DPRD Subang Dukung Pelabuhan Patimban Gantikan Cilamaya

0
342
Ilustrasi Pelabuhan Internasional (tempo.co)
Ilustrasi Pelabuhan Internasional (tempo.co)

Subang – (suaracargo.com)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendukung langkah Bupati Ojang Sohanmdi yang menyatakan siap menggantikan posisi Karawang dalam proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Cilamaya sebagai penyangga Pelabuhan Tanjung Priok. “Kami mendukung secara politik, termasuk soal regulasinya,” ujar Ketua DPRD Subang Beny Rudiono saat ditemui Tempo seusai pelantikan pimpinan Dewan, Rabu, 1 Oktober 2014.

Menurut Beny, lokasi Pantai Patimban yang kini sedang digarap sebagai pelabuhan barang itu sangat mungkin ditingkatkan statusnya menjadi pelabuhan internasional. “Sebab, seluruh ajang fasilitas pendukungnya sudah tersedia,” ujar Beny, sebagaimana dilansir tempo.co.

Pemerintah Pusat, Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak akan kesulitan jika hendak memfungsikan pelabuhan tersebut sebagai pelabuhan penyangga. Dibandingkan lokasi Pantai Ciparage, Cilamaya, Karawang, Pantai Patimban juga dinilai lebih strategis. “Akses jalan buat keluar-masuk jalur utama Pantai Utara dan tol Cikopo-Palimanan yang akan dioperasikan pada 2015 sudah disiapkan,” ujar Beny.

Sebelumnya, Ojang Sohandi menyatakan Subang siap menggantikan posisi Karawang ihwal rencana pembangunan pelabuhan internasional penyangga Pelabuhan Tanjung Priok yang masih tak jelas kepastiannya. “Kami sangat siap jika pemerintah pusat melimpahkan itu (pembangunan pelabuhan internasional) ke Subang,” ujar Ojang.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Subang, Besta Besuki, mengatakan bahwa di lokasi Pantai Patimban sedang dilakukan proses pembangunan dermaga pelabuhan. “Dermaga sepanjang 2 kilometer sudah tuntas dikerjakan,” ujar Besta.

Pada tahun anggaran 2015, Kementerian Perhubungan sudah mengalokasikan dana tambahan Rp 50 miliar untuk melanjutkan pembangunan Pelabuhan Patimban. Menurut Besta, Pemerintah Kabupaten Subang sudah membangun jalan sekitar 10 kilometer dari ujung jalur utama Pantura hingga lokasi Pantai Patimban. “Kami juga diperintahkan untuk membentuk tim akselerasi untuk mengkoordinasikan proses pembangunan pelabuhan yang sedang berjalan,” ujar Besta.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here