DPRK Beri Peringatan Keras Pada PT Pelindo Terkait Pelabuhan Jetty

0
276

Meulaboh – (suaracargo.com)

DPRK Aceh Barat memberikan peringatan keras (warning) kepada pihak PT Pelindo yang dituding tidak serius memperbaiki Pelabuhan Jetty di Suak Indrapuri, Meulaboh yang sudah rusak parah. Dewan juga mengancam, bila dalam bulan Januari 2015 belum juga diperbaiki, pelabuhan bantuan Singapura yang dibangun pascatsunami ini akan ditarik kembali oleh Pemkab Aceh Barat. Jika sampai ditarik, maka pengelolaan pelabuhan itu akan dialihkan kepada pihak lain.

Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli, Selasa (6/1) meninjau Pelabuhan Jetty. Ramli saat berkunjung didampingi wakil ketua, Kamaruddin dan para anggota yakni Herman Abdullah, Abdul Rauf, Usman, Azhar, Syarifuddin Uhat, Tata Irfan dan Samsi Barmi. Kunjungan dewan itu ikut didampingi Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Aceh Barat, Dahlan serta Kepala PT Pelindo Meulaboh, Rasmun.

Dikatakan oleh Ramli, DPRK Aceh Barat bersama Dinas Perhubungan setempat sudah mempertanyakan langsung ke PT Pelindo Medan. Saat itu, Pelindo Medan berjanji akan memperbaiki pelabuhan Jetty dengan plot dana Rp 3 miliar. Namun, hingga kini masih belum juga dikerjakan. Jika akhir Januari 2015 belum juga direalisasikan, kata Ramli, maka pelabuhan yang selama ini dikelola Pelindo akan ditarik. Sudah ada rekanan batubara dari PT Mifa Bersaudara yang akan mengelolan pelabuhan itu, karena selama ini pelabuhan tersebut juga digunakan oleh PT Mifa dan PLTU Nagan Raya. “Kerusakan pelabuhan ini tidak boleh dibiarkan. Wajar kalau kami pertanyakan, sebab pelabuhan Jetty termasuk aset daerah ini,” ujar Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Kamaruddin.

Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Aceh Barat, Dahlan menyatakan, pihaknya sudah berulang kali meminta Pelindo segera melakukan perbaikan sehingga kerusakan pelabuhan Jetty tidak semakin perah. “Sudah sering kami minta segera diperbaiki, sebab pelabuhan itu tanggungjawab Pelindo selaku pengelola pelabuhan sesuai perjanjian dengan Pemkab Aceh Barat,” kata Dahlan.

Dalam kunjungan ke Pelabuhan Jetty, kemarin, anggota DPRK Aceh Barat juga mempertanyakan dana sandar kapal-kapal di Pelabuhan Jetty. Dari peninjauan itu terungkap, dana sandar kapal dibebankan sebesar Rp 500 ribu yang disetor ke Pelindo oleh pemilik kapal juga tidak jelas. “Selama ini, banyak yang tidak terungkap. Masalah ini akan dimusyawarahkan lagi di DPRK setelah peninjauan ini, kemungkinan akan diturunkan tim audit khusus dari lembaga terkait,” ujar Katua DPRK Aceh Barat, Ramli.

Kepala Pelindo Meulaboh, Rasmun menyatakan, segera memperbaiki pelabuhan Jetty dalam bulan Januari 2015 dan kini dalam proses lelang. Sebelumnya, Pelindo Meulaboh sudah menetapkan rekanan, namun tiba-tiba rekanan terpilih itu meninggal dunia, sehingga perlu dilelang ulang. Pelindo tetap komit akan memperbaiki terhadap apa yang sudah disepakati bersama dengan Pemkab Aceh Barat. “Semua dana dari Pelindo Medan. Kami juga akan laporkan ke sana, akan segera diperbaiki dalam bulan ini,” kata Rasmun.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here