Dua Kapal Tongkang Hilang dari Pelabuhan Benoa

0
534
Petugas melintas di bawah crane Ship To Shore, di Terminal Teluk Lamong, Tanjung Perak, Surabaya, 15 September 2014. Pembangunan tahap pertama dermaga, menelan dana mencapai 3.4 triliun rupiah. TEMPO/Fully Syafi
Petugas melintas di bawah crane Ship To Shore, di Terminal Teluk Lamong, Tanjung Perak, Surabaya, 15 September 2014. Pembangunan tahap pertama dermaga, menelan dana mencapai 3.4 triliun rupiah. TEMPO/Fully Syafi
Sebuah kapal tongkang melakukan bongkar muat batu bara di perairan laut Sulawesi, Nunukan, Kalimantan Timur, Rabu (9/2/2011). MI/Usman Iskandar  (metrotvnews.com)
Sebuah kapal tongkang melakukan bongkar muat batu bara di perairan laut Sulawesi, Nunukan, Kalimantan Timur, Rabu (9/2/2011). MI/Usman Iskandar
(metrotvnews.com)

Tanjung Benoa – (suaracargo.com)

Dua kapal tongkang berukuran besar, yang biasa bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali, diduga hilang. Kedua kapal tongkang tersebut bernama Rahmat 01 dan Barito 04.

Kedua kapal itu disandarkan sejak pembangunan Tol Bali Mandara pada 2013. Kapal-kapal tersebut ditugaskan untuk mengangkut tiang beton. Setelah pembangunan itu selesai, kedua kapal berukuran jumbo itu disandarkan di Dermaga Bumi Pasir Pelabuhan, Benoa. Namun, ketika akan ditarik ke Kalimantan, kapal itu tak ada.

“Sekarang masih dalam proses penyelidikan. Makanya jangan dulu dikatakan hilang atau tidak karena belum ada kesimpulan dari petugas yang melakukan penyelidikan,” ujar Kapolsek Pelabuhan Benoa, Kompol Wayan Mundra, Kamis (15/1/2015), sebagaimana dilansir metrotvnews.com.

Saat ini, jajaran Polsek Pelabuhan Benoa sedang melakukan penyelidikan terhadap laporan kehilangan kapal tersebut. Aparat belum bisa menyimpulkan apa-apa terkait lenyapnya kedua kapal.

Menurut Mundra, informasi sementara menyebutkan kapal tersebut tidak disandarkan di Pelabuhan Benoa. Kapal itu ditambatkan agak sedikit jauh dari pelabuhan, sehingga peluang dicuri atau diseret arus. Selama ini penjagaan kapal tersebut hanya dititipkan kepada warga sekitar. “Semuanya masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya.
JCO

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY