Dua Peti Kemas Isi Apel Impor Ditahan di Pelabuhan Tanjung Priok

0
364
ilustrasi apel impor (ccnindonesia / detik.com)
ilustrasi apel impor (ccnindonesia / detik.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Balai Karantina Pertanian Pelabuhan Tanjung Priok menahan dua peti kemas impor berisi apel impor. Penahanan itu dilakukan karena, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, komoditas pertanian itu secara positif terkontaminasi bakteri lysteria monocitogenes. Kedua peti kemas tersebut sebelumnya sudah mengantongi surat perintah pengeluaran barang (SPPB) atau clearance kepabeanan.

Kepala Balai Karantina Pertanian Pelabuhan Tanjung Priok, Purwo Widiarto mengatakan, apel-apel itu berasal dari Amerika tetapi pengirimannya melewati transhipment terlebih dahulu di Singapura sebelum akhirnya masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok. “Komoditas Apel tersebut eks Amerika namun masuknya via Singapura, kami tahan karena hasil laboratorium positif terkontaminasi bakteri lysteria monocitogenes,” ujarnya, Senin (23/2/2015), sebagaimana dilansir bisnis.com. Dia juga mengatakan, instansi Karantina harus berfungsi mencegah masuknya hama penyakit yang dibawa komoditas wajib periksa karantina di Pelabuhan.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta Widijanto mengatakan, seharusnya instansi Karantina di Pelabuhan melakukan inspeksi di depan atau sebelum barang impor diberikan clearance kepabeanan. Pasalnya, kata dia, saat barang impor sudah clearance berarti importirnya sudah melunasi kewajibannya membayar bea masuk, PNBP dan kewajiban pajak lainnya kepada negara.

“Kalau barang ditahan tetapi sudah clearance, seharusnya kewajiban yang sudah disetorkan kenegara itu mesti direstitusi. Yang jadi persoalan restitusi/pengembalian uang yang sudah disetorkan ke kas negara itu membutuhkan waktu sangat lama. Makanya seharusnya inspeksi karantina dilakukan di awal atau sebelum barang impor itu clearance,” paparnya.

Sementara itu, Marketing Manager TPK Koja Nuryono Arief Wijaya mengatakan, saat ini TPK Koja menjadi pilot project untuk kegiatan inspeksi karantina di depan dan dilakukan di terminal bongkar atau di lapangan terminal peti kemas.

Karena itu, ujarnya, TPK Koja sudah menyiapkan satu lokasi lapangan di blok R.1 untuk kegiatan isnpeksi peti kemas impor oleh instansi Karantina sebelum peti kemas keluar terminal/pelabuhan. “Kami siapkan satu blok di container yard TPK Koja untuk inspeksi karantina dengan kapasitas 90-100 boks peti kemas,” tuturnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here