Dubai Port Minat Investasikan Dana di Terminal Pelabuhan di Indonesia

0
441

Jakarta – (suaracargo.com)

Investor asal Uni Emirat Arab berminat terhadap dua proyek terminal peti kemas di Indonesia yakni Teluk Lamong di Jawa Timur dan Tanjung Api-Api, Sumatra Selatan, dengan investasi miliaran dolar AS.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pihaknya bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk melaporkan adanya minat investor asal Uni Emirat Arab untuk menanamkan modalnya di terminal peti kemas.

“[Bertemu Presiden] Mengenai Dubai Port. Tadi [Dubai Port] datang ke saya. Mereka mau investasi di Teluk Lamong dan Tanjung Api-Api,” katanya di Kompleks Istana Negara, Jumat (18/11/2016) sore.

Tadi, lanjutnya, Presiden memerintahkan untuk harus bisa dieksekusi karena investor tersebut membawa dana miliaran dolar AS untuk investasi. Luhut mengungkapkan jika investor menginginkan agar prosesnya bisa dilakukan dengan cepat. Menurutnya, investasi tersebut bukan lagi sekadar tawaran, melainkan sudah bekerja tetapi agak terhenti.

“Tadi saya dorong agar supaya lebih cepat. Dari Presiden setuju dan hari Senin [21/11], mereka akan datang ke kantor dan bicara untuk percepat proses itu tadi,” katanya, seperti dilansir bisnis.com.

Luhut menambahkan bahwa nilai investasi ekspansi terminal peti kemas tersebut mencapai miliaran dolar AS. Saat ini, studi kelayakan (feasibility study/FS) untuk ekspansi tersebut bahkan sudah ada.

Pada ajang Indonesia Infrastructure Week dan Konstruksi Indonesia 2016, Presiden Joko Widodo kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan prioritas pada pembangunan infrastruktur dan memberikan kesempatan kepada pihak swasta.

Pasalnya, anggaran pendapatan dan belanja negara tidak bisa mencukupi kebutuhan biaya infrastruktur selama lima tahun yang mencapai Rp5.000 triliun rupiah. Berdasarkan perkiraan, APBN selama lima tahun untuk pembangunan diperkirakan hanya Rp 1.500 triliun, sehingga masih ada kekurangan sekitar 75%.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo membuka peluang seluas-luasnya bagi sektor swasta untuk melibatkan diri dalam pembangunan infrastruktur.

Presiden menawarkan tiga skema berinvestasi untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Pertama, skema sekuritisasi yaitu menjual aset kepada swasta untuk mendapatkan suntikan modl kembali untuk membangun infrastruktur yang lain.

Presiden juga sudah menyampaikan ke Jasa Marga, ke Wijaya Karya, ke Waskita Karya yang memiliki jalan-jalan tol untuk membangun jalan tol sebanyak-banyaknya bukan memiliki jalan tol. Dengan demikian, jalan tol yang sudah ground field mulai dilepas supaya dapat modal lagi untuk membangun di tempat yang lain.

Skema kedua adalah skema konsesi yaitu pengelolaan aset infrastruktur umum oleh swasta. Presiden Joko Widodo juga mempersilakan yang mau masuk, baik yang berupa pelabuhan maupun bandara.

“Silakan yang mau masuk baik yang berupa pelabuhan, berupa airport silakan. Skema-skema seperti ini yang akan terus kita kembangkan. Beberapa pelabuhan sudah dilepas Kementerian Perhubungan untuk ditawarkan, peluang seperti ini yang terus kita tawarkan karena APBN tidak cukup untuk membangun infrastruktur yang ada di negara kita” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here