Dubes Federal Jerman: Jerman Tertarik Adakan Kerjasama Maritim dengan RI

0
390
ilustrasi pelabuhan (maritimedia.com)
ilustrasi pelabuhan (maritimedia.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah Jerman tertarik untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang maritim, salah satunya pembuatan kapal laut generasi baru. Ide tersebut telah disampaikan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, George Witschel, kepada Presiden terpilih Joko Widodo dalam sebuah pembicaraan singkat.

Sebagaimana dilansir vivanews.com, Witshcel juga berbicara dalam pertemuan media terbatas di Hotel Shangri-La. Dalam pertemuan itu, sang dubes menyebutkan bahwa kerjasama maritim kedua negara sudah terjalin sejak lama. Hal itu terbukti, dari fakta 25 dari 28 kapal milik PT Pelni dibuat oleh Negeri Panser.

“Kapal-kapal itu kini sudah uzur dan berusia antara 20 hingga 25 tahun. Namun, hingga saat ini masih tetap beroperasi. Tidak ada kerusakan, perbaikan besar apalagi kecelakaan. Itu bukti produk buatan Jerman berkualitas baik,” kata Witschel.

Namun demikian, menurut duta besar, pengoperasian kapal tua akan mengonsumsi lebih banyak minyak. Selain itu, kapal yang dimiliki oleh Indonesia, lebih banyak kapal jenis angkut penumpang dan bukan untuk mengangkut kargo. Oleh sebab itu, dia beralasan, Pelni perlu lebih banyak regenerasi kapal-kapal tersebut.

“Mungkin Pelni bisa meningkatkan jumlah produksi kapal untuk mengangkut kargo dibandingkan penumpang. Kapal-kapal di mana muat untuk mengangkut truk-truk bermuatan kontainer. Mereka bisa diangkut menuju ke Pulau Sulawesi atau ke Ambon,” papar Witschel.

Witshcel lalu mengatakan bahwa Jerman siap membantu untuk membuat kapal generasi baru. Salah satu jenis kapal yang bisa disiapkan adalah jenis kapal multifungsi 3 in 1. Kapal seperti itu bisa mengangkut kargo, mobil atau truk dan penumpang dalam sekali operasional.

“Tidak seperti kerja sama yang dijalin dua atau tiga tahun lalu, kali ini kami siap untuk melakukan pembangunan komponen besar di Indonesai dan transfer pengetahuan. Kami akan membangun kapalnya di sini dan mendatangkan ahli insinyur dari Jerman untuk alih teknologi dan pengetahuan,” kata dia.

Menurut Witschel, peningkatan transportasi laut oleh Pemerintah RI , khususnya kapal pengangkut kargo, juga berkontribusi dalam pemerataan pembangunan di daerah terpencil di Indonesia. Salah satu contoh yang dia berikan yakni bisa menekan harga komponen infrastruktur, seperti semen. Dengan begitu, kata Witschel, biaya konstruksi menjadi lebih murah.

“Saya tahu bahwa ide ini tidak akan mengubah fakta pusat perekonomian akan dipindah ke wilayah lain. Perekonomian akan tetap terpusat di Pulau Jawa, Kalimantan dan di sebagian Sulawesi, tetapi paling tidak akan ada pembangunan infrasktruktur yang lebih terjangkau, salah satunya karena ada kemudahan transportasi logistik melalui laut,” imbuhnya.

Ketika ditanya kapan ide tersebut bisa terealisasi, Witschel mengaku tidak ingin terburu-buru. Sebab, Jerman masih menunggu keputusan dari Pemerintah Indonesia terkait hal ini. Namun, dia berharap pengambilan keputusan mengenai penjajakan kerjasama ini tidak akan berlangsung lama.
“Jerman bisa membantu konseling, tetapi tidak bisa menentukan. Hal itu sepenuhnya menjadi kedaulatan Indonesia,” kata dia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here