Dukung Konektivitas Moda Transportasi Laut, Kemenhub Selesaikan Pelabuhan Wasior

0
327
ilustrasi pelabuhan (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Dalam rangka mendukung konektivitas dengan moda transportasi laut dan menggerakkan roda perekonomian di Provinsi Papua Barat, Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan pembangunan fasilitas Pelabuhan Wasior yang terletak di Teluk Wondama, Papua Barat.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kementerian Perhubungan JA Barata mengungkapkan, pengembangan pelabuhan tersebut dijalankan secara multiyears dari dana APBN Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2005 sampai dengan 2015. Nilai investasi dari proyek tersebut mencapai Rp 79 miliar.

“Rencananya pelabuhan tersebut akan diresmikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan besok Senin,” kata Barata, Sabtu (2/4/2016).

Pelabuhan Wasior merupakan pelabuhan pengumpul dalam hierarki pelabuhan laut. Pembangunan fasilitas di pelabuhan Wasior meliputi dermaga seluas 174×10 meter persegi, Trestle I seluas 48×8 meter persegi, Trestle II seluas 47×8 meter persegi, Causeway I seluas 160×6 meter persegi, Causeway II seluas 127×8 meter persegi dan reklamasi 12.500 meter persegi.

Pelabuhan Wasior dapat disandari kapal hingga 3.500 DWT dengan faceline dermaga -10 mLWS. Selain itu terdapat pembangunan fasilitas darat seperti kantor, terminal penumpang, pos jaga, rumah pompa, genset, gudang seluas 15×40 meter persegi, dan lapangan penumpukan seluas 10.000 meter persegi.

Pembangunan pelabuhan Wasior bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana transportasi masyarakat Kabupaten Teluk Wondana, Papua Barat dalam menumbuhkan perekonomian dan menekan disparitas harga antar daerah.

“Pelabuhan Wasior diharapkan mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk menyediakan sarana angkutan laut yang memudahkan angkutan penumpang dan barang,” tambah Barata, seperti dilansir liputan6.com.

Selain itu, pembangunan pelabuhan Wasior bermanfaat meningkatkan konektivitas sebagai upaya mempersatukan Indonesia yang beraneka ragam, suku, budaya, dan bahasa.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here