Dukung Tol Laut, Pelindo III dan Pelindo IV Bersinergi Bangun Konektivitas

0
217
Kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Surabaya – (suaracargo.com)

Pelindo III merespon program tol laut yang digagas Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dengan menggandeng Pelindo IV. Kedua perusahaan bersinergi mengimplementasikan sistem windows connectivity pelayanan peti kemas di pelabuhan kelolaan masing-masing. Di tahap awal, konektifitas ini akan menghubungkan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan Pelabuhan Makassar. Dengan sistem konektivitas ini, kapal-kapal yang hendak masuk di kedua pelabuhan tersebut sudah mengantongi kepastian jadwal dan lokasi bertambat dan membongkar muat barang. Penyediaan fasilitas tersebut merupakan penambatan kapal berpola windows connectivity system.

General Manajer Pelindo III Tanjung Perak, Eko Harijadi Budijanto mengatakan,di tahap pertama proyek tersebut menggandeng Terminal Petikemas Makasar, Berlian Jasa Terminal Indonesia dan perusahaan PT Meratus Line.

“Sementara ini ada dua kapal rute Surabaya-Makasar dan Makasar Surabaya. Renacanya, rute baru tersebut mencakup Pelabuhan Belawan yang dikelola Pelindo I dan Pelabuhan Bitung yang dikelola Pelindo IV dan Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola Pelindo II,” tambah Eko kepada wartawan, Selasa (24/11/2015).

Di kesempatan yang sama, General Manajer Operation Meratus Line Rudy Supriadi juga menjelaskan, penggunaan integrasi sistem layanan petikemas tersebut mengkondisikan operasional kapal pengangkut petikemas lebih efisien. Sebab jadwal kapal bisa on schedule sehingga produktivitas bongkar muatnya makin meningkat.

“Langkah ini sangat bagus, mengingat saat ini kegiatan bongkar muat petikemas domestik baik di Pelabuhan Surabaya dan Makasar terbilang volumenya cukup tinggi” tegas Rudy, seperti dilansir lensaindonesia.com.

Secara terpisah, Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto mengatakan, dengan adanya penerapan windows connectivity ini, waktu yang diperlukan kapal untuk menempuh perjalanan antar pelabuhan akan diharapkan akan lebih cepat dan biaya logistik yang selama ini membebani bisa ditekan. Adanya sistem ini ditargetkan bakal mampu menurunkan turn arraound voyage (TRV) dari semula sekitar 8 hari menjadi 6 hari. TRV merupakan waktu yang diperlukan kapal untuk menempuh perjalanan dari pelabuhan pertama menuju pelabuhan kedua dan kembali ke pelabuhan pertama lagi.

“Jika selama ini waktu yang diperlukan kapal dari Surabaya ke Makassar hingga kembali lagi ke Surabaya membutuhkan waktu 8 hari, maka dengan sistem windows connectivity ini ditargetkan mampu ditekan menjadi 6 hari. Surabaya-Makassar ini baru tahap pertama, nantinya juga akan dihubungkan dengan Belawan, dan Jakarta dan Bitung”, ungkap Edi.

Lokasi Terminal yang disiapkan untuk melayani sistem windows connectivity di Pelabuhan Tanjung Perak diantaranya Terminal Berlian dan Terminal Nilam, lalu untuk Pelabuhan Makasar disiapkan di Terminal Petikemas Makassar. Perusahaan pelayaran perdana yang menggunakan layanan ini PT Meratus dengan waktu pelayanan setiap hari Rabu dan Sabtu, dan terbuka bagi perusahaan pelayaran lain untuk mengikuti sistem ini.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY