Dwelling Time Pelabuhan di Indonesia Terlama di ASEAN

0
357
Kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas (ilustrasi: industri.bisnis.com)
Kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas (ilustrasi: industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan, waktu bongkar muat (dwelling time) pelabuhan di Indonesia merupakan yang terlama di antara negara-negara ASEAN.

“Kita ingin mendengarkan pemaparan dari Ketua Ombudsman Pak Danang, yaitu mengenai kajian yang dilaksanakan sebagai salah satu contohnya saja di Tanjung Priok, terutama semaksimal mungkin diupayakan menurunkan dweliing time atau lama kelola, karena kita masih termasuk yang terendah di ASEAN,” kata Indroyono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/2/2015), sebagaimana dilansir sindonews.com.

Menurutnya, waktu bongkar muat di pelabuhan Indonesia bisa sampai sembilan hari lamanya. Meski ada dua versi, yakni 7-9 hari dan 8 hari. Namun, waktu tersebut sangat jauh jika dibandingkan negara tetangga Singapura. “Bisa dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN, seperti Singapura waktu bongkar muat kurang dari satu hari,” ujarnya.

Senada, Ketua Ombudsman Danang membenarkan betapa buruknya pelayanan publik di sektor pelabuhan Indonesia. Menurutnya, masih buruknya pelayanan pelabuhan menyebabkan kepercayaan publik berkurang.

“Beliau (Pak Jokowi) megarahkan seluruh jajaran di ratas (rapat terbatas) untuk menugaskan Pak Menko Maritim menjadi champion, menjadi satu entitas yang mengelola dan melakukan perubahan di pelabuhan. Kita berencana bersaing di ASEAN untuk memiliki pelabuhan nomor satu di kawasan,” tukasnya.

Seperti diketahui, rapat terbatas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan beberapa menteri hari Rabu itu membahas masalah lamanya waktu bongkar muat pelabuhan di Indonesia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here