E-dagang Tumbuh Pesat, Bisnis Jasa Kurir Kembali Bergairah

0
605
ilustrasi pergudangan (https://starconsulting.files.wordpress.com/2011/01/pergudangan.jpg)
ilustrasi pergudangan (https://starconsulting.files.wordpress.com/2011/01/pergudangan.jpg)

Jakarta – (suaracargo.com)

Maraknya transaksi yang dilakukan melalui e-dagang atau perdagangan elektronik memberikan manfaat bagi sektor lain yang berperan secara tidak langsung, seperti jasa logistik, pembayaran, dan desainer laman. Pelaku e-dagang harus bekerja sama dengan mereka agar bisa melayani konsumen dengan lebih baik.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita kepada Kompas, Kamis (19/2), di Jakarta, mengatakan, kontribusi e-dagang di sektor logistik sangat besar. Tahun lalu, perputaran uang e-dagang di sektor logistik mencapai Rp 180 triliun. ”Sementara di sektor jasa kurir logistik, pertumbuhannya rata-rata 35 persen per tahun sejak lima tahun terakhir,” ujarnya, sebagaimana dilansir Harian Kompas tertanggal 20 Februari 2015.

Menurut Zaldy, sekitar 10 tahun lalu sektor kurir sempat mengalami masa suram karena orang banyak yang beralih dari pos atau surat ke surat elektronik (e-mail). Namun, sejak lima tahun terakhir, sektor logistik kurir kembali maju pesat karena e-dagang. Terlebih lagi, masyarakat bersedia membayar lebih agar mendapatkan barang lebih cepat melalui e-dagang.

PT Pos Indonesia (Persero) telah berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 2 miliar hanya dari pengiriman barang e-dagang pada 2014. Saat ini, mereka tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pelaku seperti Lazada atau Tokopedia. ”Kami memperkirakan kontribusinya akan semakin besar pada tahun-tahun mendatang,” ujar Kepala Proyek e-Commerce PT Pos Indonesia (Persero) Kemas Syafta Wijaya.

Jasa pembayaran juga ikut tumbuh berkat maraknya e-dagang. Seperti dinikmati oleh DOKU, perusahaan yang memfasiltasi transaksi elektronik senilai Rp 6,5 triliun pada tahun 2014. Chief Operating Officer DOKU Nabilah Alsagoff mengatakan, pihaknya harus memenuhi kebutuhan pasar dengan menghadirkan sistem pembayaran elektronik yang mudah, efisien, dan aman.

Riyeke Ustadiyanto, Chief Technology Officer Ipaymu, menjelaskan bahwa sistem pembayaran mutlak dibutuhkan oleh mereka yang memanfaatkan e-dagang. Sistem itu membuat setiap pembelian akan tervalidasi hingga peluang terjadi kesalahan dan tindak kejahatan bisa dikurangi. Ipaymu mencatat, pertumbuhan pengguna tumbuh hingga 65 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Infrastruktur Logistik

Infrastruktur logistik merupakan hal paling vital untuk disiapkan bagi pelaku e-dagang. Infrastruktur seperti itu penting untuk memastikan pengguna bisa mendapatkan barang tepat waktu. Lazada, misalnya, menyewa gudang seluas 12.000 meter persegi di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Gudang itu digunakan penyedia jasa e-dagang tersebut untuk menampung barang dari produsen untuk kemudian dikemas dan dikirimkan kepada pengguna.

Dari kunjungan ke gudang tersebut pada bulan lalu, terungkap bahwa Lazada memiliki tenaga logistik untuk pengiriman di sekitar kota besar dan bekerja sama dengan jasa logistik lain untuk pengiriman di daerah. Setiap hari setidaknya gudang tersebut menerima 50.000 hingga 100.000 barang dan mengirimkan 50.000 barang ke pembeli. Senior Vice President Operational Lazada Ryn Hermawan saat itu menjelaskan, pihaknya mempersiapkan pembangunan gudang-gudang di luar Jakarta untuk memudahkan mengirimkan dan mengantarkan barang kepada pemesan.

Hal serupa dilakukan oleh Zalora yang memiliki gudang di daerah Ciracas, Jakarta Timur, atau Bhinneka.com dengan gudang di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Chief Executive Officer Bhinneka.com Hendrik Tio mengungkapkan, mereka mencatatkan keuntungan Rp 60 miliar setiap bulan.

Meski demikian, tantangan dari sisi logistik masih tetap ada. Melayani daerah-daerah dengan infrastruktur terbatas seperti Kalimantan, Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur merupakan tantangan logistik yang berat untuk diatasi karena bisa membuat biaya pengiriman barang melonjak tinggi. Zaldy berharap pemerintah segera membenahi infrastruktur guna memperlancar logistik, termasuk menyusun peraturan pemerintah terkait e-dagang.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here