Ekspor CPO di Kalbar Terhambat Belum Rampungnya Pelabuhan

0
342
Ilustrasi CPO (riaupos.co)

Pontianak – (suaracargo.com)

Berbagai pembangunan di Kalimantan Barat, mulai dari program pemerintah daerah maupun nasional, kini sedang berjalan. Seperti pembangunan di kawasan perbatasan yang hingga saat ini masih terus berlangsung.

Meski demikian, Kalbar masih mengalami kesulitan saat mengekspor CPO yang berpengaruh terhadap kesejahteraan petani, dikarenakan tandan buah segar belum bisa bersaing. Hal tersebut dikarenakan hingga saat ini pelabuhan Sungai Kunyit di Kabupaten Mempawah belum terealisasi.

Gubernur Kalbar, Cornelis mengakui bahwa selama ini jalur ekspor dinilai tidak strategis karena harus melewati kawasan lain seperti Dumai, atau ke Surabaya baru menuju luar negeri.

“Selama ini kita mengekspor tidak langsung ke negara tujuan melainkan harus melalui beberapa kawasan dikarenakan pelabuhan belum ada,” ungkapnya, Rabu (3/8/2016).

Beberapa pembangunan tersebut, diakui orang nomor satu di Kalbar ini, akan berpengaruh terhadap proses ekspor ke negara lain karena infrastruktur yang belum selesai hingga saat ini.

Oleh karena itu, Gubernur Kalbar berharap kepada Kementerian PU agar betul-betul mengawasi pembangunan jalan paralel perbatasan dan PPLB untuk diawasi proses pembangunannya.

“Jangan sampai ada permasalahan terkait teknis yang dapat merugikan negara lain, seperti halnya pembangunan drainase jangan sampai pembuangannya ke negara lain,” katanya, seperti dilansir okezone.com.

banner-csm-atas

Demikian juga halnya dengan jalan dari Anjungan ke Jagoi Babang yang merupakan jalan nasional. Sebagaimana dikatakan Cornelis, dirinya berharap agar mulai dilebarkan karena di Malaysia, perbatasan Serikin sudah siap. Gubernur Kalbar juga berharap terkait pembangunan di Kalbar, agar tidak berhenti di tengah jalan.

“Sehingga tidak perlu terjadi stagnasi program yang sudah direncanakan Pemerintah karena hanya masalah teknis. Kalau ada masalah berkaitan dengan program pembangunan pemerintah nasional segera dikomunikasikan dengan Gubernur,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here