Empat Pelabuhan Tol Laut Sudah Mulai Dibangun

0
181
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek pelabuhan New Priok di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (26/1). (sumber: Investor Daily / David Gitaroza) - beritasatu.com
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek pelabuhan New Priok di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (26/1). (sumber: Investor Daily / David Gitaroza)
– beritasatu.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo menjelaskan perkembangan peluang kemaritiman yang ingin ditangkap oleh Indonesia. Rencana pembangunan 24 pelabuhan, yang lima di antaranya merupakan pelabuhan laut dalam atau deep sea port yang dapat difungsikan sebagai tol laut, dijelaskan pula oleh Indroyono.

“Kan fokus 4 program, pertama kedaulatan maritim, kedua masalah SDA (sumber daya alam) dan jasa, ketiga kita akan membangun infrastruktur dan keempat membangun bangsa kita menjadi bangsa bahari,” demikian kata Indroyono Soesilo mengenai empat visi kemaritiman Indonesia di kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/2), sebagaimana dilansir beritasatu.com.

Pembangunan pelabuhan laut dalam tersebut ada di lima lokasi yakni Kuala Tanjung, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar dan Sorong. Dari lima pelabuhan tersebut, sudah ada empat yang mulai digerakkan. Sementara Sorong masih dalam tahap feasibility study atau riset mendalam serta evaluasi tentang potensi Sorong sendiri.

Sorong, kata Indroyono, akan diupayakan menjadi kawasan ekonomi khusus. Di lokasi itu akan dibangun tak hanya pelabuhan, namun juga galangan kapal dan pembangkit listrik. Kawasan ini akan menjadi kawasan ekonomi khusus perikanan dan wilayah Raja Ampat menjadi kawasan khusus pariwisata. “Untuk itu memang harus satu paket, kalau hanya membangun pelabuhan saja di Sorong maka kalau kapal ke sana baliknya akan kosong,” lanjutnya.

Sedangkan pelabuhan Kuala Tanjung akan dihubungkan dengan Sei Mangkei dan akan terhubung pula dengan pembangkit listrik Asahan III, jaringan kereta api Sei Mangkei-Medan serta jalan tol.

Jika Kuala Tanjung bisa dibangun lengkap sebagai pelabuhan laut dalam maka diperkirakan akan menjadi pelabuhan laut dalam terbesar di kawasan Malaka dan akan bersaing dengan Singapura yang galangan kapalnya dinilai cukup maju. “Targetnya Kuala Tanjung itu pada 2018 itu 400.000 TEUs (Twenty Foot Equivalent Unit) , tapi target berikutnya sampai 20 juta TEUs,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY