Enam Truk Pembawa Sapi Bodong Dipulangkan

0
410
Truk tronton muat sapi bodong diamankan/Foto: Ardian Fanani (detik.com)

Banyuwangi – (suaracargo.com)

Enam truk tronton yang memuat sekitar 166 sapi asal Bali terpaksa dipulangkan. Ratusan sapi yang diangkut truk-truk tersebut ditolak masuk ke Jawa lantaran tak dilengkapi dokumen resmi alias bodong. Polisi dari Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Tanjungwangi bersama Karantina Ketapang, Banyuwangi akhirnya memulangkan paksa kendaraan-kendaraan pengangkut ternak tersebut.

“Jelang Idul Adha ini biasanya banyak pengiriman sapi. Makanya kita gelar razia bersama polisi. Yang tidak ada dokumen kita pulangkan,” kata Kepala Kantor Karantina Pertanian Ketapang, Imam Agung kepada wartawan, Rabu (24/8/2016).

Pada razia yang berlangsung Rabu dini hari hingga sore ini, polisi mendapati puluhan tronton sapi yang dikirim dari Bali. Dari sekian truk tronton yang diperiksa, enam tronton tak bisa menunjukkan dokumen resmi pengiriman ternak.

banner-csm-atas

Menurutnya, setiap ternak yang dikirim dari luar pulau harus dilengkapi dokumen lengkap. Mulai izin pengiriman dari pemerintah, karantina asal hingga surat jalan. Karena bodong, ternak sapi tersebut dianggap liar dan membahayakan. Pihaknya meminta pemilik ternak mengurus lagi seluruh dokumen sebelum diseberangkan kembali ke Jawa.

“Sebenarnya, ternaknya sehat. Sesuai standar siap potong. Tapi, tak dilengkapi dokumen,” jelasnya, seperti dilansir detik.com.

Sementara Kapolsek KP3 Tanjungwangi, Banyuwangi, AKP Surdarmaji menegaskan, pihaknya banyak mendapatkan laporan indikasi ternak bodong dari Bali. Aksi ini menyusul banyaknya permintaan ternak sapi jelang Hari Raya Idul Qurban.

“Begitu mendapat laporan, kita langsung gelar razia di pelabuhan LCM Ketapang mulai malam hingga siang hari,” jelasnya.

Target razia ini, kata dia, memastikan seluruh ternak yang dikirim dari Bali memiliki dokumen lengkap. Sebab, muncul indikasi, banyak dokumen kadaluarsa yang tetap digunakan mengirimkan ternak dari Bali. Modusnya, dokumen yang dibawa pengurus dari Bali dipakai lagi saat ternak berhasil menyeberang ke Jawa.

“Kini, setiap dokumen kita paraf. Ini mengantisipasi dokumen pengiriman yang dipakai lagi,” jelasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY