Flight Pengiriman Barang Bersubsidi di Jayawijaya Ditambah

0
192
Pesawat Trigana Air yang mengangkut subsidi kargo saat tiba di Bandara Wamena perdana di tahun ini pada 4 April 2018- Dokumentasi UPBU Kelas I Wamena

Wamena, Jubi – (suaracargo.com)

Flight pengiriman barang subsidi dengan rute Timika-Wamena ditambah. Tambahan flight salah satu bagian dari program tol udara di wilayah pegunungan tengah di Papua itu, mulai berlaku sejak April hingga Desember 2018.

“Penerbangan perdana dilakukan 4 April 2018 dengan rute Timika-Wamena untuk pesawat kargo jenis boeing seri 300, yang merupakan kelanjutan program tol udara dari tahun sebelumnya,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Rasburhany Rasburhany, kepada wartawan di Wamena, Sabtu (7/4/2018).

Dengan tambahan itu menjadikan pengiriman kargo sekarang menjadi empat kali sepekan, sedangkan sebelumnya pengiriman hanya dua kali sepekan.”Sekali penerbangan bisa mengangkut 14 ton, otomatis jika empat kali sekitar 56 ton yang diangkut dari Timika ke Wamena,” kata Rasburhany, menambahkan.

Selian itu ia menyebutkan layanan angkutan subsidi kargo juga melayani penerbangan perintis ke empat lokasi, meliputi Enggolok wilayah Jayawijaya, Mamit kabupaten Tolikara, Mapenduma dan Mugi yang masuk wilayah kabupaten Nduga, dengan dengan rata-rata barang angkut mencapai satu ton dan empat kali pengiriman dalam sepekan.

Tambahan flight itu diharapkan mampu mengurangi disparitas harga di Wamena maupun di daerah lain. “Atau bahkan menghilangkan disparitas, tentunya dengan adanya program tol udara ini,” katanya.

Ia menyebutkan, upaya mewujudkan itu perlu pengawasan yang bisa dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, khususnya dinas perdagangan di setiap kabupaten yang ditunjuk.

Asisten II Setda Jayawijaya, Yohanes Katoleng, mengakui jika program tol udara sangat membantu masyarakat daerahnya yang menghadapi harga kebutuhan pokok masih tinggi.

“Pemerintah daerah berterimakasih tahun ini program itu masih berlanjut di Jayawijaya, setidaknya harga kebutuhan masyarakat bisa ditekan dengan pengiriman subsidi kargo,” kata Katoleng, seperti dilansir tabliidjubi.com.

Menurut dia, distribusi kebutuhan pokok itu diawasi dinas tenaga kerja, perindustrian dan perdagangan yang sebelumnya telah diberi tugas dan wewenang mengatur sesuai dengan kesepakatan tahun sebelumnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here