Forum Pelabuhan Bitung Sehat Dilantik di Kantor Pelabuhan Bitung

0
403
Forum Pelabuhan Bitung Sehat dilantik (Tribun Manado/Christian Wayongkere)

Bitung – (suaracargo.com)

Menuju kota sehat dan pelabuhan Bitung sehat tak mudah harus berkorban untuk diri sendiri dan keluarga. Ini seperti yang disampaikan Ir Maurits Mantiri wakil walikota Bitung saat melantik forum Pelabuhan Bitung Sehat dalam upaya deteksi dini terhadap Public Health Emerging International Concern (PHEIC) oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Bitung, di Tondano Meeting room Swissbel Hotel Kamis (30/3).

“Sedikit pengalaman saya mengenai kota sehat harus bertengkar dengan keluarga, bagaimana kita menegur istri untuk tegas dan komitmen hidup sehat dengan tidak memperbiasakan buang tisue dari kendaraan karena biasanya langsung buka kaca dan buang,” urai Mantiri Kamis kemarin.

Dihadapan para pengurus forum pelabuhan Bitung sehat selain keluarga harus berani menegur atasan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. “Kalau pelabuhan sehat kota sehat semua sehat kita akan hidup sehat di kota yang kita cintai,” kata dia. Dengan hadirnya forum pelabuhan Bitung sehat praktis semua stekholder sudah konsen dengan kota sehat yang sejalan dengan visi misi kota Bitung.

Kedepan, Mantiri mengajak untuk terus ada kerjasama informasi dan pertemuan rutin bahas masalah dan hambatan dilapangan. “Tiap tiga bulan forum kota sehat dan forum pelabuhan Bitung sehat akan turun lihat potensi untuk topang kegiatan kota sehat,” tukasnya, seperti dilansir tribunbatam.com

Ditemui secara terpisah, dr Pingkan Pijoh kepala kantor kesehatan pelabuhan kelas III Bitung menambahkan bahwa pihaknya sebagai inisiator dan pencetus program dengan koordinstor kepala kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan kelas I Bitung. Untuk mendukung forum ini pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan. Mulai dari penyelenggaraan kesehatan lingkungan, penataan sarana dan fasilitas, peningkatan prilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja dan peningkatan keamanan. “Jadi selain konsen pada kesehatan juga ketertiban dan keamanan harus dipadikan secara terintegrasi,” kata dia.

Adapun tugas dan fungsi sudah dilakukan sambil bekerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta dilingkungan pelabuhan agar tercover dengan baik. “Ketersedian fasilitas deteksi kesehatan lewat program karantina kapal semua kapal datang dari luar negari harus diperiksa dulu dipastikan sehat. Sehat tidak muat penumpang berpenyakit menular sebelum masuk ke pelabuhan sebagai pintu masuk sesuai tugas fungsi cegah tangkal penyakit menular,” jelasnya.

Selain kapal dari luar negari yang harus diperiksa sesaat masih berlabu sebelum sandar berlaku juga untuk kapal lokal tidak berlaku karantina tapi tapi tetap periksa orangnya dan lingkungannya. “Jadi lingkungan yang berikan aspek keshatan diatas kapal. Kalau ada ditemukan sakit menular diisolasi dan karantina agar tidak menularkan penyakitnya,” pungkasnya.

Sesuai permenkes RI nomor 44 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat, agar penyakit menular potensial wabah tidak berkembang menjadi kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dinia (public health emergency of Internasional concern) seperti Ebola, avian influenza, swain flu, kolera, pest paru, deman kuning, west nile fever, cacar, polio, dengue, meningokokus dan SARS.

Penulis: Christian Wayongkere
Editor: M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here