Garap Pergudangan Industri, Lookman Djaja Libatkan 2 BUMN

0
225
Masinis menaiki lokomotif kereta api kontainer pada peresmian angkutan peti kemas menggunakan kereta tersebut di Terminal Peti Kemas, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/4). Dengan dibukanya kembali angkutan KA kontainer dengan jalur Surabaya-Jakarta itu diharapkan dapat memperlancar arus petikemas dan dapat bersinergi dengan konsep tol laut seperti yang digagas Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/Rei/Spt/15.

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Lookman Djaja, melalui unit bisnisnya yang bernama Lookman Djaja Land, mengandeng dua BUMN logistik untuk bekerjasama dalam pemanfaatan fasilitas kawasan pergudangan yang terintegrasi dengan fasilitas kereta api di Karawang, Jawa Barat.

Kyatmaja Lookman, Direktur Utama PT Lookman Djaja, mengatakan bahwa kedua BUMN tersebut adalah anak usaha PT Pos Indonesia (Persero), PT Pos Logistik Indonesia dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero).

“Mereka salah satu yang akan hadir di logistic park kita, termasuk Bhanda Ghara Reksa ,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (24/2/2016).

Untuk tahap awal, dia mengakui bahwa perusahaannya akan bekerja sama dengan BUMN dulu. Namun, Lookman Djaja Land tetap terbuka terhadap kerja sama dengan pihak swasta yang ingin membangun fasilitas gudang di wilayah tersebut.

“Swasta pasti menyusul. BUMN dulu baru swasta,” ujarnya. Sejak digulirkan rencana ini, dia menuturkan pihak swasta yang tertarik untuk mengisi kawasan logistik terintegrasi ini a.l. Ych, Iron Bird dan SGL.

Jika kerja sama ini berhasil, dia mengatakan bahwa kerja sama ini akan menjadi proyek percontohan kerja sama swasta-BUMN. Selain itu, pembangunan logistic park yang terinterasi dengan jalur kereta api ini sejalan dengan rencana pemerintah menjalankan kereta khusus di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Pertanyaannya kemarin kan, dari Tanjung Priok akan diturunkan di mana ? Selama ini, masuknya kereta yang diuntungkan Cikarang Dry Port, tapi Pelindo II gigit jari. Dengan ini, akan ada kompetisi sehat,” ungkapnya.

Lookman Djaja Land yang akan membangun stasiun kereta api di kawasan ini juga bisa menangkap muatan kereta api khusus dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Dia menambahkan logistic park ini akan menjadi opsi untuk bagi pemilik barang yang mengeluarkan barangnya mengunakan kereta dari pelabuhan. “Yang ujung-ujungnya penurunan harga logistik.”

Rencananya, dia berharap peletakan batu pertama (ground breaking) fasilitas ini dapat dilaksanakan tahun ini. Berkaitan dengan lahan, dia mengaku perusahaan telah membebaskan 99% lahan di kawasan tersebut. “Lahan sudah kita kuasai 99%,” ujarnya.

Dia menambahkan dukungan pemerintah dan PT KAI cukup baik. Bahkan pada 26 Februari 2016 Lookman Djaja akan mengadakan rapat dengan PT KAI guna menindaklanjuti kerjasama integrasi rel kereta api dengan kawasan logistik ini.

Yan Hendry Jauwena, Direktur Solusi Bisnis PT Pos Logistik Indonesia, menilai Kyatmaja Lookman menawarkan satu masterplan solusi land transportation baru, yakni logistic integrated park yang berbeda dari fasilitas serupa yang ada di pasaran.

Menurutnya, PT Pos Logistik Indonesia tertarik karena lokasi kawasan yang sangat dekat dengan fasilitas jalur kereta api. “Yang kami lakukan integrasi hub kami di area Pak Kyat. Hub kami bisa buat di sana,” ujarnya.

Rencana ini juga sejalan dengan rencana perusahaan yang ingin mengeksplorasi transportasi moda darat lain dengan jalur kereta. “Ini langkah strategis utk menyediakan solusi bagi customer.”

Terkait kebutuhan lahan, PT Pos Logistik Indonesia memerlukan tidak kurang dari 10.000-20.000 meter persegi. Namun, dia mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian harga dari pihak Lookman Djaja Land.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY