Garuda akan Bangun Fasilitas Perawatan Pesawat dan Gudang Logistik di Bintan

0
219
ilustrasi perawatan pesawat terbang (batampos.co.id)

Bintan – (suaracargo.com)

Industri penerbangan nasional makin tertarik menanamkan modalnya di Batam dan Bintan. Setelah Lion Air membangun bengkel di Batam, kini giliran PT Garuda Maintenance Facility (GMF) yang akan membangun pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) dan pusat logistik di Pulau Bintan.

Kondisi ini menjadikan Kepulauan Riau sebagai kawasan industri perawatan pesawat yang terintegrasi.

Direktur Utama Bintan Aviation Investments (BAI) Frans Gunara menyatakan, fasilitas MRO akan dibangun di bandara internasional baru dengan landasan pacu (runway) sepanjang 3.000 meter. Landasan pacu tersebut bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 767 dan Airbus 330.

”Panjang landasan itu memungkinkan maskapai nasional dan internasional yang akan melakukan pemeliharaan,” kata Frans, Rabu (13/4/2016).

Peletakan batu pertama bandara tersebut dilakukan pada tahun 2012. Rencananya, pembangunan bandara itu akan selesai pada kuartal kedua 2018. Saat ini dibangun runway, taxiway, apron, fasilitas MRO, dan terminal penumpang untuk penerbangan umum.

BAI adalah anak perusahaan Gallant Venture Ltd asal Singapura. Pada 11 Februari 2014, GMF dan Gallant Venture Ltd menandatangani MoU untuk mengembangkan Bintan Aerospace Industrial Park (BAIP). Investasi awal mencapai USD 135 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menjelaskan, perawatan pesawat dunia diprediksi terus tumbuh seiring dengan kebutuhan transportasi dan mobilitas antarwilayah. ”Banyak alasan kami untuk mendorong industri itu,” kata dia, seperti dilansir batampos.co.id.

Peluang industri MRO di Indonesia sangat besar karena jasa penerbangan domestik dan internasional di Indoneisa terus tumbuh. Selain itu, jumlah penumpang pesawat juga terus meningkat. ”Indonesia juga merupakan salah satu sumbu lalu lintas udara di Asia dan dunia,” tutur dia.

Saat ini Indonesia memiliki 63 maskapai domestik dengan populasi 657 unit pesawat. Mayoritas berjenis Boeing 737 Series dengan 231 unit. Selain itu, terdapat 182 unit pesawat jenis lain yang dimiliki sekolah penerbangan, perusahaan perkebunan, dan pertambangan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY