Gerbong Kereta Api Pengangkut Peti Kemas Anjlok di Subang

0
855
Ilustrasi Kereta Peti Kemas/HUMAS PT KAI (pikiran-rakyat.com)

Subang – (suaracargo.com)

Gerbong Kereta Api pengangkut peti kemas anjlok di perbatasan Desa Cikaum Barat dengan Cikaum Timur, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang pada hari Minggu 30 Oktoer 2016. Meski sempat menghantam beberapa sepeda motor warga yang ada dilokasi kejadian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kecelakaan itu.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Awalnya, KA barang pengangkut peti kemas, masinis Amri dan Asisten Masinis, Kukuh Triatmojo, melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Saat melintas di KM 115+400, tepatnya di sekitar perbatasan Cikaum Barat dan Cikaum Timur, diduga ada roda KA yang terlepas. Sehingga, gerbong kereta tersebut keluar rel, dan anjlok. Saat itu, gerbong tersebut sempat menghantam beberapa sepeda motor yang tengah berhenti hendak menyebrang rel.

Udin Saepudin, warga Desa Cikaum Barat, mengatakan bahwa sebelum kejadian dia mendengar suara bergemuruh dari arah timur. Saat dilihat, ada kereta datang disertai asap yang kemungkinan berasal debu bantalan rel yang tergerus gerbong. “Tak lama terlihat roda-roda dari gerbong kereta pada lepas, jadinya berserakan di sepanjang pinggir kiri dan kanan rel dan Gerbongnya anjlok,” katanya, seperti dilansir pikiran-rakyat.com.

Dikatakannya, sebelum gerbong kereta anjlok keluar rel, gerbong itu terlihat goyan dan lalu menghantam beberapa sepeda motor yang hendak menyebrang rel. “Pengendara sepeda motor keburu lari menyelamatkan diri, tak ada korban Cuma motornya pada rusak,” katanya.

Kapolsek Cikaum, Supratman membenarkan adanya kejadian itu dan tidak ada korban. Kereta api yang anjlok itu merupakan gerbong pengangkut peti kemas. Namun, kejadian itu menyebabkan jalur rel III rusak dan tidak bisa digunakan. “Proses evakuasi dan perbaikan jalur rel yang rusak, hingga siang masih berlangsung, melibatkan petugas polsek, koramil dan personel PT KAI Daops III Cirebon,” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here