GM Commercial Cikarang Dry Port Apresiasi Pembangunan Kereta Pelabuhan

0
386
ilustrasi rel pelabuhan (detik.com)
ilustrasi rel pelabuhan (detik.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Langkah Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli membongkar beton yang menyelimuti jalur rel kereta di Pelabuhan Tanjung Priok dinilai positif.

Rel tersebut dinilai sangat positif untuk mempercepat dwelling time dan mengurai stagnasi truk yang selalu terjadi di pelabuhan. “Rel ini untuk mengatasi stag truk yang terjadi,” jelas GM Commercial Cikarang Dry Port (PT Cikarang Inland Port) Imam Wahyudi saat berkunjung ke kantor Okezone di Jakarta.

Dia menyebut, keberadaan rel ini sangat menguntungkan pihaknya. Bahkan, lokasi Cikarang Dry Port sengaja didekatkan ke jalur rel yang juga terhubung ke Pelabuhan Tanjung Priok serta ke jalur Jawa Timur.

“Ini adalah rencana B. Hal ini penting untuk menjamin kepercayaan investor,” jelas dia, sebagaimana dilansir okezone.com.

Imam melanjutkan, dengan keberadaan rel ini, arus barang yang masuk Pelabuhan Tanjung Priok bisa menjadi lebih lancar. Barang-barang yang masuk itu termasuk yang berasal dari Cikarang Dry Port.

“Dengan rel ini, lalu lintas barang bisa menjadi lebih efisien. Bisa dari Pelabuhan Tanjung Priok langsung menuju Jawa Timur,” tutur dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli membongkar beton yang menghalangi jalur atau rel kereta di Pelabuhan Tanjung Priok. Pasalnya, ini merupakan contoh ketidakefisienan sejak zaman Belanda.

“Kereta api ini, rel ini, untuk kereta api barang masuk ke dalam pelabuhan. Ini dia peta (rel) zaman Belanda. Jadi, sejak zaman Belanda, kereta api bisa langsung masuk ke pelabuhan sehingga barang setelah diperiksa langsung masuk ke kereta api,” ujar Rizal belum lama ini.

Sementara itu, menurut Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, pada dasarnya jalur rel kereta tersebut akan lebih berguna jika diaktifkan kembali. Selain mempercepat arus pengiriman barang, jalur rel kereta tersebut akan berguna bagi masyarakat memiliki pilihan transportasi yang beragam saat keluar dari pelabuhan.

“Menurut saya sih berguna saja, harus ada pilihan. Transportasi itu harus ada opsi misalnya dari Jakarta ke Cirebon mau naik bus boleh mau naik kereta boleh jadi harus ada pilihan. Kalau tidak ada pilihan kan pelayanannya enggak bisa lebih baik,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here