Gubernur Aceh Minta Pelabuhan Krueng Geukeuh Dioptimalkan

0
625
Harian Aceh | Junaidi HanafiahSEPI: Pelabuhan Malahayati Krueng Raya, Aceh Besar hingga saat ini masih sepi dikunjungi oleh kapal-kapal barang. Meskipun di Aceh terdapat dua pelabuhan international, pelabuhan Malahayati dan pelabuhan Krueng Geukuh, namun hasil alam Aceh masih dijual ke pengusaha di Medan, Sumatera Utara. Foto direkam, Senin (9/1).

Banda Aceh – (suaracargo.com)

Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah meminta Pemerintah Pusat melakukan perluasan dan optimalisasi tiga pelabuhan besar di Aceh, yaitu Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Pelabuhan Sabang, dan Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar. Permintaan itu diajukan karena ketiga pelabuhan tersebut merupakan gerbang ekspor impor di Aceh.

Hal itu disampaikan Zaini Abdullah dalam sambutannya pada peringatan Hari Nusantara ke-15, di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, Minggu (13/12). Acara ini dihadiri Wakil Presiden H M Jusuf Kalla dan sejumlah menteri, Wali Nanggroe, Malik Mahmud, Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, Sekda Aceh, Darmawan MM, dan para pejabat Aceh lainnya.

“Untuk mendorong pembangunan sektor kemaritiman di Aceh, kami meminta dukungan Kementerian Perhubungan untuk perluasan dan optimalisasi tiga pelabuhan laut yang ada di Aceh yaitu Pelabuhan Sabang, Pelabuhan Malahayati di Aceh Besar, dan Pelabuhan Krueng Geukueh di Aceh Utara,” pinta Gubernur Zaini Abdullah.

Di samping itu, Gubernur Aceh juga meminta Kementerian Perhubungan untuk menambah kapal feri antar pulau di Aceh, seperti rute Banda Aceh ke Sabang, Singkil ke Pulau Banyak, dan Aceh Selatan ke Simeulue. Penambahan kapal feri itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

Selain itu, Zaini juga menyinggung kelangsungan program pembangunan perkeretapian di Aceh. Dalam hal ini, Zaini meminta Pemerintah Pusat membentuk satuan kerja pengembangan perkeretapian Aceh, yang tidak disatukan dengan program yang sama di Sumatera Utara dan Riau. “Tujuannya agar pembangunan perkeretapian Aceh berjalan lebih fokus dan efektif,” ucapnya, seperti dilansir tribunnews.com.

Zaini juga berharap Wakil Presiden dan para anggota kabinet kerja untuk mendukung beberapa bidang pembangunan Aceh lainnya, yaitu percepatan pembangunan ruas jalan maritim di Aceh. Diantaranya, jalan terowongan di Gunung Paro, Gunung Kulu, dan Gunung Geurutee, yang merupakan ruas jalan nasional menghubungkan Banda Aceh dan Aceh Jaya.

“Demikian juga jalan Tikungan Seunapet di ruas jalan nasional Lambaro Aceh Besar hingga perbatasan Pidie. Kami mohon kiranya Bapak Wakil Presiden berkenan memberikan dukungan bagi terlaksananya pembangunan terowongan dan jalan tersebut, dan kiranya alokasi dananya dapat dianggarkan dalam APBN,” kata Zaini.

Pada peringatan Hari Nusantara, kemarin, empat pejabat Aceh menerima penghargaan Dharma Pertahanan dari Menteri Pertahanan yaitu, Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal SE, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto, dan Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi.

Penghargaan lainnya juga diberikan kepada inovator teknologi bidang kelautan. Yaitu penemu alat konverter BBM ke bahan bakar gas dan sebaliknya, Amin SP, Direktur Desain PT PAL Indonesia Produsen Kapal KCR60 sebagai armada penjaga wilayah Indonesia, Syaiful Anwar, dan penemu alat penghitung benih ikan kecepatan dan akurasi tinggi, Prof Dr Indra Jaya MSc. Penghargaan juga diberikan kepada nahkoda kapal pengawas teladan, dan lainnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here