Gubernur Jateng: Mayoritas Angkutan Niaga Langgar Tonase

2
324
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Semarang – (suaracargo.com)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa sebagian besar angkutan barang yang melintas di jembatan timbang masih melanggar batas tonase yang diizinkan. Kendaraan-kendaraan itu pun harus ditilang. Keprihatinan tersebut disampaikan Ganjar di sela-sela inspeksi mendadak yang dilakukannya di Jembatan Timbang Klepu, Kabupaten Semarang, Kamis malam (29/01).

Saat melakukan sidak di Jembatan Timbang Klepu tersebut, Ganjar melihat langsung puluhan truk angkutan barang yang muatannya melebihi batas tonase berdasarkan alat ukur berat muatan. Ia menilai perlu dilakukan penghitungan ulang secara teknis mengenai batas tonase yang diizinkan untuk angkutan barang.

“Dengan banyaknya angkutan barang yang melebihi batas tonase muatan maka kerusakan jalan menjadi sebuah keniscayaan sehingga dendanya harus ditinggikan agar menimbulkan efek jera,” kata politikus PDI Perjuangan itu, sebagaimana dilansir antarnews.com.

Dengan melihat angka pelanggaran batas tonase di lapangan, kata Ganjar, kelakuan seperti itu seakan sudah menjadi kebiasaan dari para pengemudi truk angkutan barang. “Selain denda yang tinggi, kami juga memberikan sanksi tilang kepada para pengemudi truk dan memberlakukan pengembalian ke tempat asal jika muatannya lebih 25 persen dari jumlah berat yang diizinkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga meminta pemerintah pusat menerapkan sistem yang terintegrasi dan mencarikan solusi terbaik dalam melakukan pengawasan terhadap muatan dari angkutan barang guna menghindari terjadinya kerusakan jalan.

Berdasarkan pantauan, angkutan barang yang melintas di Jembatan Timbang Klepu rata-rata muatannya melebihi batas tonase yang ditentukan, sedangkan jumlah truk tidak melanggar hanya sedikit.

Truk bermuatan pasir dan berkapasitas tujuh ton, misalnya, rata-rata mengangkut hingga 14 ton. Bahkan, truk yang muatannya mencapai lebih dari 40 ton padahal kapasitasnya hanya 20 ton juga ada.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY