Hadapi Cuaca Ekstrem, ASDP Prioritaskan Keselamatan Penumpang

0
429
Kendaraan pengangkut barang menjejali dermaga III Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Kamis (27/9/2012), mengantre untuk menyeberangi perairan Selat Sunda. Jalur penyeberangan Selat Sunda ditempuh selama 2,5 jam, dengen waktu operasi kapal selama 24 jam. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan prioritas pada keselamatan dan keamanan para pengguna jasa penyeberangan. Hal ini menyusul perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca ekstrim, mulai 25 hingga 29 Januari 2016. Tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 4.0-6.0 meter dan hujan lebat yang terjadi di sejumlah perairan Indonesia.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Christine Hutabarat mengatakan, aspek keselamatan dan keselamatan dalam penyeberangan bukanlah hal yang dapat dikompromikan.

“Kami siap patuhi instruksi regulator, jika cuaca buruk dan syahbandar telah memutuskan untuk menunda perjalanan kapal, kami pasti nurut,” katanya, Rabu (27/1) sore.

Selain mematuhi instruksi dari regulator yang mengacu pada laporan cuaca BMKG, PT ASDP juga memastikan akan menjaga muatan kapal sesuai dengan kapasitasnya.

“Kami juga pastikan jumlah sekoci, dan alat-alat keselamatan yang tersedia di kapal memadai, sesuai dengan jumlah penumpangnya. Hal ini menjadi perhatian utama kami,” lanjutnya, seperti dilansir republika.co.id.

Saat ini PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan sekitar 135 kapal yang melayani hingga total 180 lintasan dari Sabang sampai Merauke yang menghubungkan seluruh pulau di Indonesia.

BMKG memprediksikan cuaca ekstrim dan hujan lebat akan terjadi di perairan Indonesia di sepanjang Perairan Natuna atau Laut China Selatan, Selat Malaka, perairan Kepulauan Anambas dan Kepulauan Natuna, Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur, Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Utara Papua.

Dirjen Perhubungan Laut Bobby R Mamahit mengatakan, demi mencegah terulangnya kejadian kecelakaan kapal, seluruh syahbandar harus melakukan pemantauan ulang atau meng-up to date kondisi cuaca setiap hari melalui website HYPERLINK “http://www.bmkg.go.id” , kemudian menyebarluaskan hasil pemantauan lalu menginformasikannya di seluruh terminal atau tempat embarkasi debarkasi penumpang.

“Jika kondisi cuaca membahayakan keselamatan kapal agar pemberian surat perizinan berlayar (SPB) ditunda sampai kondisi cuaca di sepanjang perairan yang akan dilayari, aman,” tuturnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here