Hambat Pungli, Pemerintah Terapkan Transaksi Elektronik di Pelabuhan

0
483
JANGAN MAIN-MAIN: Kapolda komit akan menindak tegas segala bentuk pungli di pelabuhan yang memberatkan pengusaha yang juga berdampak pada lamanya proses bongkar muat barang. (kaltim.prokal.co)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah terus berupaya memberantas praktik pungutan liar (pungli). Upaya yang terbaru, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meluncurkan program Integrated Billing System (IBS) di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I-IV pada 29 November 2016.

Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi menyampaikan, Bank Mandiri menjadi salah satu dari enam bank yang ditunjuk menyediakan payment system (sistem pembayaran) dalam program IBS tersebut.

“Sistem pembayaran non-tunai Bank Mandiri sudah mulai di Pelindo I dan Pelindo IV. Nantinya akan kami kembangkan di semua port di Indonesia,” kata Tardi di Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, Bank Mandiri menyediakan e-Port Card yang merupakan kartu akses untuk masuk ke pelabuhan berbasis Mandiri e-Money yang juga berfungsi sebagai alat pembayaran.

Tardi menambahkan, Bank Mandiri juga menyediakan layanan transaksi non-tunai seperti Mandiri Bill Collection, EDC closed payment, Mandiri Debit Co-Brand Card, serta layanan Mandiri autodebit.

Tardi menyampaikan, layanan transaksi non-tunai ini bisa mempermudah aktivitas pelaku usaha di sektor kepelabuhanan seperti jasa pengapalan (shipping) atau forwarder.

“Dengan solusi cashless di pelabuhan, nanti tidak ada lagi yang datang ngantre,” imbuh Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri, Dikdik Yustandhi.

Program IBS ini mendapat respons positif dari pelaku usaha di sektor kepelabuhanan. Direktur Keuangan Pelindo III Saefudin Noor menuturkan, perseroan tengah dalam proses modernisasi dan otomatisasi sistem termasuk sistem pembayaran.

“Sebagaimana diketahui, upaya kita menekan pungli dapat dibantu dengan mengurangi transaksi tunai. Cashless transaction akan kami kembangkan, termasuk pembuatan kartu akses ke pelabuhan,” kata Saefudin, seperti dilansir kompas.com.

Sebagai informasi, Bank Mandiri terbilang baru bermain dalam sistem pembayaran di pelabuhan. Dari Januari hingga Oktober 2016, volume transaksi kepelabuhanan yang melalui jaringan e-channel Bank Mandiri baru mencapai Rp 15,7 triliun.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here