Hampir Rampung, Pelabuhan Kenyamukan Sangatta Akan Segera Difungsikan

0
482

Sangatta – (suaracargo.com)

Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang menyambut kedatangan Gubernur Kalimantan Timur dan rombongan dalam lawatan kerjanya selama 2 hari (30-31 Maret ) lalu, di Sangatta, kabupaten Kutai Timur. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kasmidi Bulang memaparkan tentang progress Pelabuhan Kenyamukan Sangatta yang terintegrasi dalam program Tol Laut 8. Direncanakan bulan Mei mendatang pelabuhan strategis yang berbatasan dengan Selat Makassar ini siap difungsikan.

Bersama pelabuhan Maloy di Sangkulirang, pelabuhan ini menjadi salah satu upaya percepatan pembangunan industri perikanan dan kelautan serta tempat sandarnya kapal besar sesuai standar internasional.

Kasmidi Bulang dalam kesempatan ini menjelaskan Pelabuhan Kenyamukan masuk dalam rute, dengan kode trayek T-8 pangkalan pertama kapal yakni dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Belang-Belang (Mamuju), berlanjut ke pelabuhan Kenyamukan (Sangatta) hingga ke pelabuhan Pulau Sebatik dan kembali menuju Tanjung Perak dengan kapasitas kapal 500 DWT/400 Ton.

“Info terbaru Kutim sudah berkoordinasi dengan syahbandar bahwa sudah ada kapal penumpang Kapal Queen Soya rute Makassar maupun Pare-Pare tujuan Sangatta bisa bersandar di lokasi ini,” kata Kasmidi, seperti dilansir tribunkaltim.co.

Dirinya menambahkan, sesuai dengan yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo tentang tol laut, Pemkab Kutim tiga minggu lalu menandatangani nota kesepahaman dengan Kementrian Perhubungan dan Provinsi Jawa Timur.

“Progres sudah mencapai 80 persen, sudah siap dalam operasional tinggal penyelesaian jalan pendekat sisi laut belum rampung.Jalan penghubung diselesaikan dengan menggunakan pola karya bhakti melibatkan TNI dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dalam pekerjaan,” tambahnya.

Saat menjabat Bupati Kutim, Awang Faroek sudah pernah merencanakan pembanguan Pelabuhan Kenyamukan yang akan menjadi kebanggaan warga Kutim. Apalagi, di era Joko Widodo infrastruktur seperti jalan tol, tol laut, ataupun pelabuhan sangat diprioritaskan.

“Segera tetapkan Kenyamukan menjadi pelabuhan resmi, agar masyarakat dan pengusaha yang ada di Kutim bisa menggunakan pelabuhan ini dengan cepat,sehingga mobilisasi barang dan jasa mampu meningkatkan perekonomian Kutim,” ujarnya.

Kutim juga beruntung mendapatkan pelabuhan besar Maloy dengan keunggulan multi fungsi yaitu dibangun dalam kawasan ekonomi khusus Maloy dengan dana lebih sekitar Rp 200 Miliar,” tambahya.
Kedua pelabuhan ini siap menjadi pelabuhan sesuai spesifikasinya.Pelabuhan Internasional Maloy dibuat besar karena memiliki kedalalaman mencapai 16 meter untuk mendukung operasional Kawasan Ekonomi Khusus Maloy.

Sedangkan di Kenyamukan hanya 4 meter, untuk kebutuhan domestik. Namun ini tidak menjadi soal. Intinya dapat melayani aktivitas dan lalu lintas orang dan barang, pertumbuhan industri perikanan dan perkapalan, serta nelayan kita dengan baik,” tutupnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here