Hanya Diawasi Bea Cukai, Dwelling Time Pelabuhan di Hong Kong Hanya 4 Hari

0
495
Hong Kong Port (detik.com)
Hong Kong Port (detik.com)

Hong Kong – (suaracargo.com)

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero) membidik 30-35 pelabuhan kecil yang ada di Indonesia Timur, yang dikelola Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Tujuannya adalah untuk mendukung pengembangan ‘tol laut’ yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya bilang ke pemerintah, project kasih ke saya tapi memang financial nggak viable tapi agar bisa jadi bagus, saya hanya minta garansi pemerintah sehingga saya bisa dapat loan yang bunga kurang dari 1% dengan tenor 30-40 tahun. Itu bisa terjadi,” ujar Direktur Utama PT Pelindo II (persero) RJ Lino, saat berbincang di Hotel JW Marriot, Menara ICC, Hong Kong, Jumat (26/6/2015).

Pelabuhan kecil tersebut akan menjadi pelabuhan penghubung menuju pelabuhan utama di Sorong yang baru dibangun. Untuk mendukung konsep tol laut, kawasan industri harus dibangun di kawasan Indonesia Timur seperti Papua dan Papua Barat. Sebetulnya, investor telah diuntungkan dengan beroperasinya angkutan kapal dari atau ke Indonesia Timur.

Selama ini, kapal yang balik dari Indonesia Timur membawa kontainer kosong ke Indonesia barat. Kontainer kosong itu sebenarnya bisa dimanfaatkan bila ada kawasan industri baru di wilayah timur Indonesia. “Justru itu opportunity, jika ada infrastruktur listrik, ada air, tax insentif 10 tahun dan sebagainya. Orang bisa bikin pabrik di Indonesia Timur tidak terus bawa barang ke Jawa menggunakan kontainer kosong,” sebutnya.

Lino menambahkan, dalam membangun pelabuhan, perusahaan harus memiliki visi jangka panjang, misalnya hingga 100 tahun ke depan. Pelindo II belajar dari pembangunan pelabuhan yang hanya bersifat jangka pendek seperti pelabuhan di Bitung, Sulawesi Utara. Di Bitung, pelabuhan memiliki kedalaman laut atau draft yang ideal untuk kapal raksasa, namun akhirnya susah berkembang. Alasannya ialah lahan yang disiapkan sangat minim.

“Kita bicara Bitung. Itu pelabuhan yang sangat ideal secara nature. Tapi karena dulu bebasin lahan kecil yakni 20-30 hektar maka sekeliling sudah jadi kota maka sayang nggak bisa diapa-apakan,” kata kata Lino, sebagaimana dilansir detik.com.

Belajar dari kasus Pelabuhan Bitung, Pelindo II membuat konsep pelabuhan jangka panjang untuk pelabuhan baru seperti di Sorong, Papua Barat. Lahan yang disiapkan bisa mendukung pengembangan pelabuhan hingga periode 100 tahun.

“Sorong kita siapkan 7.500 hektar. Sorong punya draft minus 18 meter. Maka, Sorong kita siapkan untuk 100 tahun ke depan,” sebutnya.

“Ada area depo untuk kontainer yang ditaruh dalam waktu lama. Harus keluar terminal karena kapasitas terbatas. Kontainer kalau lewat 4 hari, maka bayarnya sangat mahal,” ujarnya.

Otoritas yang bertugas mengatur pemeriksaan dan perizinan di area pelabuhan hanya ada satu yakni Bea Cukai. Bea Cukai merupakan otoritas tunggal yang mengawasi hingga menerbitkan perizinan.

Bandingkan dengan Pelabuhan Tanjung Priok, di mana setidaknya ada 18 institusi pemerintah di luar operator yang beroperasi di dalam pelabuhan. 18 institusi ini bekerja pada tahap pre customs.

“Kita hanya ada Bea Cukai. Kantornya juga di luar. Untuk proses perizinan dan pemeriksanaan dilakukan oleh Bea Cukai,” sebutnya.

Yang unik adalah tidak adanya perlakuan khusus untuk barang-barang impor. Bila di Tanjung Priok ada proses pre customs, customs dan post customs serta barang wajib diperiksa secara fisik, maka yang berlangsung di Pelabuhan Hong Kong malah sebaliknya.

Bea Cukai Hong Kong tidak menerapkan hal ini. Selain tidak ada pemeriksaan barang, Bea Cukai di Pelabuhan Hong Kong juga tidak mengenal istilah jalur hijau, jalur kuning dan jalur merah untuk barang-barang impor.

Semua barang dianggap berada jalur hijau sehingga bisa dengan cepat keluar pelabuhan. Pemeriksaan fisik hanya dilakukan bila ada laporan terkait manifest barang.

“Di sini hanya pemeriksaan manifest barang. Semua dianggap jalur hijau kecuali ada laporan,” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here