Harga Sayur Meroket, Pemkot Diminta Buat Jaring Pengaman Logistik

0
321
MELONJAK: Pedagang bawang tengah menunggu konsumen di Pasar Baru Bekasi, kemarin. Harga komoditas bawang merah naik Rp15 ribu dari Rp25 ribu menjadi Rp40 ribu.ARIESANT/RADAR BEKASI

Bekasi – (suaracargo.com)

Sejumlah bahan baku sayur mayur harganya meroket sejak masuknya musim hujan ini. Beberapa daerah penghasil cabai dan bawang mengklaim hasil panen tidak maksimal karena pasokan air hujan begitu berlimpah. Faktor cuaca ini juga mempersulit petani memprediksi hasil panen. Dampaknya, harga dari para tengkulak ke pedagang pun melambung.

Yudi, salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Baru Bekasi mengatakan harga bawang merah saat ini mencapai Rp40 ribu per kilogramnya. Kondisi ini naik Rp15 ribu dari harga sebelumnya yang hanya Rp25 ribu/kilogram. Sementara itu, harga cabai merah mencapai Rp60 ribu atau naik Rp10 ribu dari harga semula Rp50 ribu.

“Kalau harga naik sudah dari awal Febuari sudah mulai merangkak naik, sampai saat ini,’’ ujarnya, seperti dilansir gobekasi.pojoksatu.co.id.

Menurut Yudi, kenaikan harga memang sempat dikeluhkan pembeli sebab para pedagang makanan mau atau tidak mau harus mengurangi pemakaian bawang merah dan cabai. Pengurangan itu dilakukan untuk menghemat modal jualan. Pihaknya mau tidak mau menaikan harga jual bawang merah dan cabai karena harga dari agen juga sudah mengalami kenaikan.

“Kami pengecer mau tidak mau mengikuti harga dari agen. Kalau agen naik yah kita jual ke masyarakat juga dinaikan,” ucap Yudi.

Sementara, Kepala Pasar Baru Bekasi, Nadih menjelaskan harga komoditas bawang merah dan cabai memang mengalami kenaikan. Banyak faktor yang menyebabkan melambungnya harga. Mulai dari cuaca buruk hingga transportasi, pihaknya juga belum mengetahui sampai kapan harga bawang merah dan cabai dapat kembali normal.

Namun untuk harga bahan pokok lainnya tidak mengalami kenaikan seperti harga ayam potong malah mengalami penurunan dari Rp35 ribu ke Rp25 ribu.

“Sementara ini bawang merah dan cabai yang mengalami kenaikan, hal ini memang sering terjadi di musim penghujan. Tapi untuk bahan pokok lainnya masih stabil,” ucap Nadih Rabu (2/3)

Kenaikan harga bawang merah dan cabai ini memang sangat dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, kedua bahan tersebut yang paling digunakan dalam memasak. Pihaknya juga tidak memungkiri faktor cuaca menjadi penyebab kenaikan harga kedua bahan pokok tersebut. Selain kiriman dari daerah, pedang juga banyak mengambil barang dari Pasar Induk Keramat Jati dan Pasar Induk Cipinang, dan selalu mengikuti harga dari kedua pasar induk tersebut.

Meski begitu, Nadih justru menyatakan kenaikan harga tersebut belum mencapai puncaknya. Diperkirakan kenaikan bisa mencapai Rp120 ribu untuk harga cabai dan Rp80 ribu untuk harga bawang merah.

Sementara Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi diminta membuat jaring pengaman distribusi logistik bahan makan menyusul terjadinya penaikan harga cabai dan bawang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi Slamet Waluyo mengatakan pada Februari lalu Kota Bekasi mengalami deflasi 0,03% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Bekasi mengalami sebesar 120,50.

Deflasi itu terjadi lantaran adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks di empat kelompok pengeluaran. Keempat kelompok itu adalah bahan makanan 0,04%, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,54%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,01% dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,29%. Sementara, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi 0,81%, kelompok sandang sebesar 0,53% dan kelompok kesehatan 0,02%. “Kalau di sini, ada juga memang yang naik, karena kelangkaan dan banjir yang terjadi,” katanya, Rabu (02/03).

Slamet menuturkan, untuk mengantisipasi terjadinya penaikan harga cabai dan bawang tersebut, Pemkot harus membentuk jaring pengaman distribusi logistik bahan makanan. “Harus ada pengamanan distribusi logistik. Kalau dari sisi saat ini mungkin masih cukup,” tuturnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Perekonomian Rakyat (Kadispera) Kota Bekasi Abdul Iman, menuturkan penaikan harga cabai dan bawang yang signifikan tersebut baru terjadi dalam sepekan terakhir ini.

Penaikan harga itu murni lantaran terjadi kelangkaan pasokan akibat hujan yang terjadi sepekan terakhir, mengingat bahan makanan seperti cabai sangat rentan busuk jika terkena hujan.

“Penaikan harga cabai dan bawang akibat kelangkaan pasokannya dan terjadi sepekan terakhir ini atau pas terjadinya hujan,” imbuhnya.

Dispera juga berupaya menenangkan pedagang sehingga tidak menimbulkan kepanikan pasar. “Paling kami juga akan memantau dan meminta laporan agar tidak ada masalah di lapangan,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here