Helikopter Logistik TNI AD Hilang Kontak

0
468
Heli Type Bell 412 milik TNI AS inilah yang dikabarkan Hilang kontak

Tarakan – (suaracargo.com)

Insiden pesawat helikopter milik TNI AD kembali terjadi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Dalam insiden kali ini, pesawat Heli Bell 412 milik TNI AD yang mengantar logistik untuk pasukan penjaga di Pos Tanjung Karya, perbatasan Long Bawan sekitar pukul 11.29 Wita, Kamis (24/11/2016) mengalami hilang kontak.

Lokasi kejadian naas itu berada di daerah antara Malinau dan Long Bawan. Di dalam helikopter yang mengangkut 400 kilogram bahan makanan berupa mie, telur, dan beras, terdapat 5 crew. Mereka terdiri dari 3 pilot dan 2 teknisi.

Sesuai data penumpang, terdiri dari Lettu Cpn Abdi, Lettu Cpn Yohanes, Lettu Cpn Ginas, Sertu Bayu, dan Praka Suyanto.
Helikopter berangkat pukul 10.45 Wita dari Bandara Juwata Tarakan menuju Pos Tanjung Karya.

Heli seharusnya landing di Long Bawan tepatnya di Pos Tanjung Karya pukul 11.50 Wita. Namun, hingga pukul 11.29 Wita hilang kontak dengan Malinau Tower, hingga sampai berita ini diturunkan masih ada kabar.

Danlanud Tarakan Kolonel Penerbang Umar Fatuhrohman mengungkapkan, dengan kondisi sampai saat ini pihaknya menyatakan heli masih hilang kontak, ada kemungkinan helikopter landing di suatu tempat yang luas. Apalagi di lokasi tersebut terjadi hujan gerimis.

“Kita masih positif thingking helikopter landing di suatu tempat, karena informasi dari Susi Air dan Pelita Air Service saat terbang di atas lokasi korordinat itu mengeluarkan sinyal ELT (Emergency Locator Transmitter). Apabila helikopter atau pesawat mengeluarkan sinyal ELT berarti ada kemungkinan terkena air, atau helikopter landing namun tidak ada sinyal. Di lokasi ini memang hutan belantara yang tidak ada sinyalnya,” katanya kepada wartawan, Kamis (24/11/2016) .

Danlanud sudah melakukan koordinasi dengan Basarnas dan mendapatkan dukungan bantuan dari TNI untuk melakukan pencarian helikopter. Rencananya hari ini, Jumat (25/11/2016) ada bantuan Helikopter Super Puma dari Makasaar dan Pesawat Casa dari Manado.

“Super Puma dan Casa ini akan berangkat pukul 06.00 dan tiba di Lanud Tarakan agak siang. Selain itu juga kita besok (hari ini) pukul 08.30 Wita akan dibantu Pelita Air untuk melihat lokasi terakhir terjadi lost contak dengan heli bell tersebut,” ujarnya, seperti dilansir Tribun Kaltim.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here