Hindari Kemacetan Akhir Tahun, Menhub Larang Truk Lewati Jalan Tol

0
178
ilustrasi - sejumlah kendaraan dan truk pengangkut kontainer terjebak kemacetan di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf).

Jakarta – (suaracargo.com)

Kemacetan di ruas-ruas jalan tol akibat libur panjang sudah terjadi sejak Rabu (23/12). Banyak pengguna jalan menjerit kesal karena kemacetan kali ini dianggap setara atau bahkan melebihi musim mudik Lebaran. Kini, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melarang truk-truk melewati jalan tol. Larangan itu diberlakukan untuk mengantisipasi kemacetan angkutan Natal dan Tahun Baru 2016.

“Untuk mengantisipasi arus Angkutan Natal 2015 Dan Tahun Baru 2016, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 48 Tahun 2015 tanggal 25 Desember 2015 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Dan Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang Pada Masa Angkutan Natal 2015 Dan Tahun Baru 2016,” kata siaran pers dari Kemenhub yang diterima detikcom, Jumat (25/12/2015).

SE diterbitkan hari ini dan berlaku mulai Rabu (30/12) sampai dengan Minggu (3/1/2016). SE tersebut ditujukan kepada Kapolri, para Gubernur, dan para Bupati/Walikota. Truk-truk yang dilarang lewat jalan tol meliputi kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandeng, kontainer, dan truk pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua.

Namun demikian, ada sejumlah kendaraan angkutan barang yang masih diperbolehkan lewat. Kendaraan yang diperbolehkan yakni pengangkut BBM dan BBG, pengangkut ternak, pengangkut bahan kebutuhan pokok, pupuk, susu murni, barang antaran pos, dan barang ekspor impor dari dan ke pelabuhan ekspor/impor seperti Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, dan Makassar.

“Selain itu, secara khusus pengangkutan bahan pokok yang tidak tahan lama dan cepat rusak yang melalui moda darat diberikan prioritas,” kata Jonan, seperti dilansir detik.com.

Pelanggaran terhadap Surat Edaran ini dikenakan sanksi sesuai Undang-undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bila terjadi gangguan, maka semua pihak berkepentingan perlu berkoordinasi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY