HIPMI Ingin Sinergi Pengusaha dan BUMN Logistik Terus Berlanjut

0
349
Suasana Dialog HIPMI ke-40 yang membahas Peluang dan Tantangan Logistik Nasional, di Hotel Max One Palembang, Kamis (9/6).

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ingin meneruskan sinergi yang telah terbangun antara berbagai BUMN yang terkait dengan logistik dengan para pengusaha yang berkecimpung di sektor tersebut.

“Prinsipnya kami terus jajaki peluang bagaimana sinergi yang bisa kita terus bangun,” kata Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI Bidang Perdagangan, Perindustrian dan dan BUMN, Ian Dafy Fachri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (11/10).

Ian juga mengutarakan harapannya agar hubungan kerja sama terkait logistik yang bisa diteruskan bukan hanya dari Pelindo tetapi juga BUMN lainnya.

Dalam sejumlah kesempatan, Direktur Pelindo II Elvyn Masassya mengungkapkan, pemerintah kini tengah menyusun strategi untuk memangkas ongkos logistik di Indonesia yang masih tergolong tinggi.

Saat ini, menurut Elvyn, biaya logistik dalam negeri mencapai 17 persen dari biaya operasional usaha. Angka itu jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura sebesar 6 persen, dan Filipina 7 persen.

Menyikapi hal ini, pemerintah melakukan konsep kolaborasi atau “work integrated” untuk memangkas ongkos logistik sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.

“Berbagai BUMN yang melakukan aktivitas logistik menyiasati agar ongkos logistik kita bisa lebih rendah, dan daya saing kita bisa lebih baik, salah satunya terkait dengan pelabuhan. Ke depannya, setiap logistik dalam supply chain tidak berjalan sendiri melainkan melakukan kolaborasi dengan sistem lain dalam pelabuhan atau `work integrated` untuk menjalankan kolaborasi dengan shipping line, dengan aktivitas di pelabuhan, dan transportasi,” ucap Elvyn, seperti dilansir publicapos.com.

Berbicara mengenai logistik, Elvyn mengingatkan bahwa logistik tidak hanya melibatkan aspek laut tapi juga aspek darat. Sehingga, guna mempercepat sinkronisasi tersebut, BUMN akan membangun dua holding center yakni, holding pangan, dan holding maritim, untuk mempermurah ongkos logistik.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengingatkan bahwa sektor transportasi merupakan hal esensial dalam memenangkan persaingan di tingkat global karena merupakan urat nadi dari proses pengiriman barang dan jasa.

“Transportasi menjadi kunci memenangkan persaingan bebas. Sejumlah kebijakan pemerintah perlu kita apresiasi dan dukung penuh, seperti komitmen untuk membangun sejumlah jalan tol, rel, kereta api, bandara dan pelabuhan yang dilakukan secara masif dalam beberapa waktu terakhir. Namun memang ada beberapa kebijakan yang harus ditinjau ulang,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto dalam rilis Kadin, Jumat (14/10).

Dia mengingatkan, saat ini dunia transportasi nasional bergerak sangat dinamis seiring dengan kebutuhan mobilitas orang dan barang yang kian tinggi di banyak tempat.

Untuk itu, semakin dinamisnya sektor transportasi nasional juga perlu diimbangi dengan kebijakan yang dapat mendorong perkembangan transportasi nasional secara berkelanjutan untuk bersiap menghadapi persaingan di era pasar bebas.

Ia berpendapat bahwa transportasi darat, laut hingga udara memiliki catatan-catatan khusus yang perlu dibenahi agar setiap sektor itu menjadi lebih efisien.

Dengan dibangunnya sejumlah infrastruktur yang dilakukan pemerintah diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan konektivitas dan kelancaran distribusi barang dan bahan.

“Pembangunan, penambahan dan pelebaran jaringan transportasi serta perbaikan rel dan jalan dari dan menuju ke bandara, ke pelabuhan itu sangat penting. Tidak jarang pelabuhan dibangun cukup bagus tapi belum diiringi dengan akses jalan raya yang memadai, atau misalkan ketika suatu bandara dibangun dengan cukup baik tapi belum terintegrasi dengan rel kereta api,” paparnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY