Holding BUMN Pelabuhan Direncanakan Jalan Mulai Tahun 2016

0
194
Sebuah truk tanpa muatan melintas di Terminal Kontainer Internasional (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/5).

Menteri BUMN Rini Soemarno tengah merencanakan untuk melakukan konsolidasi terhadap perusahaan BUMN di sektor pengelolaan pelabuhan.

Saat ini, aktifitas bongkar muat dan pengelolaan pelabuhan di Indonesia masih didominasi oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV. Masing-masing perusahaan tersebut juga memiliki beberapa anak usaha yang memiliki lini bisnis yang berbeda.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K.Ro, mengungkapkan banyaknya perusahaan yang terlibat tersebut menjadikan pengelolaan menjadi kurang efektif. Untuk itu, dia memastikan holding BUMN sektor maritim akan mulai dijalankan di tahun depan.

“Misalnya namanya Grup Maritim Indonesia dan di bawahnya ada petikemas, dry port, logistik, kawasan, bukan Pelindo lagi, nanti skemanya bisa berbentuk perusahaan baru atau eksisting,” kata Aloy kepada wartawan, Senin (28/12/2015).

Meski untuk tahap awal holding dimulai dari sisi virtual sistemnya, Aloy mengatakan bahwa hal ini bisa menjadi awal yang bagus menuju efisiensi BUMN sektor maritim yang akan terus dilakukan.

Sementara untuk konsolidasi antar perusahaan, Aloy belum dapat memastikannya kapan hal itu dapat terwujud. Hanya saja, pihak Kementerian BUMN akan memproses secepatnya.

“Sudah terlalu lama bumn punya mainan sendiri, tugas kami adalah banyak sekali duplikasi di BUMN yang dapat kita sinergikan sehingga efisien,” papar dia, seperti dilansir liputan6.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY