Indonesia – China Luncurkan Kerjasama Maritim Abad 21

0
949
SILK ROAD - Peta Jalur Sutra (silk road) yang didokumentasikan dari Petualangan Zheng He (1405-1433). (Foto: Wikipedia)
SILK ROAD – Peta Jalur Sutra (silk road) yang didokumentasikan dari Petualangan Zheng He (1405-1433). (Foto: Wikipedia)

Jakarta – (suaracargo.com)

Indonesia memberikan penghargaan kepada China yang meluncurkan pertama kali inisiatif kerja sama Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21 di Jakarta. Dengan adanya Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21 atau 21st Century Maritime Silk Road itu, China ingin membangun kerja sama saling menguntungkan dengan negara-negara di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. China ingin memperoleh kemajuan pembangunan secara bersama.

Salah satu bidang utama kerja sama dalam kerangka maritime silk road adalah infrastruktur. Maritime silk road juga mencakup kerja sama bidang energi, pertambangan, pariwisata, people-to-people contact, marine protection, perikanan, dan lainnya.

“Maritime silk road masih merupakan konsep dasar yang memerlukan dukungan dan masukan dari negara-negara sahabat untuk pengembangannya,” ujar Qin Yucai, Director General of Chinese National Development and Reform Commission saat diterima Plt Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Duta Besar M. Wahid Supriyadi, pada Kamis (27/02), sebagaimana dilansir jurnalmartim.com

Dilansir laman Deplu, letak geografis Indonesia yang penting dan peran menonjol Indonesia di ASEAN menjadi pertimbangan Presiden Xi Jinping memilih Indonesia sebagai tempat untuk pertama kali meluncurkan inisiatif China mengenai Jalur Sutra Maritim Abad Ke-21 di Gedung DPR RI pada Oktober 2013. Ketua Delegasi Indonesia mencatat bahwa konsep maritime silk road termasuk beberapa bidang kerja sama yang tercakup di dalamnya memiliki beberapa kesamaan pemikiran dan bidang kerja sama yang dilaksanakan oleh organisasi regional yang ada di kawasan, seperti APEC, ASEAN dan IORA.

Sementara itu, dilansir dari koran Kompas tertanggal 01 Oktober 2014, Yose Rizal Damuri dari Departemen Ekonomi CSIS mengatakan bahwa gagasan Presiden terpilih Joko Widodo mengembangkan sektor maritim sangat tepat waktu. Hingga saat ini, Indonesia belum mampu mendayagunakan potensi maritim yang dimiliknya secara optimal. Konsep Maritim yang digagas pemerintahan baru ini akan memberi kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi kelautan Indonesia.

Indonesia, menurut Yose, dapat memanfaatkan inisiatif regional seperti Konsep Jalur Sutra Maritim untuk mendukung terwujudnya gagasan Indonesia sebagai Poros Maritim. Inisiatif regional ini dapat membantu Indonesia menyediakan berbagai sarana kelautan dan pelabuhan serta pengaturan transportasi. Inisiatif regional tersebut juga bisa menjadi sarana promosi bagi Indonesia untuk berbagai alternatif baru untuk menjembatani dua samudra utama dunia, Pasifik dan Atlantik.

Yose juga mengingatkan bahwa pengembangan jalur transportasi maritim ini bukan tujuan akhir. Pengembangan ini bertujuan untuk mengokohkan potensi Indonesia dalam jalur transportasi maritim dunia tapi juga membuka berbagai kesempatan untuk pembangunan Indonesia dalam berbagai bidang ekonomi dan sosial lainnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here