Indonesia Jadi Tuan Rumah Pameran Logistik Terbesar

0
362
Ilustrasi cargo (foto:istimewa)

Jakarta- (suaracargo.com)

Momentum integrasi pasar tunggal Masyarakat Ekonomi ASEAN yang tengah berkembang pesat menjadi salah satu logistik hub terpenting di dunia menjadi daya tarik bagi Deutsche Messe sebagai penyelenggara pameran untuk menggelar pameran logistik di Indonesia. Indonesia, diyakini oleh perusahaan yang berbasis di Jerman ini, dapat menyusul kesuksesan penyelenggaraan intralogistik terbesar di dunia setelah digelar di Jerman, Tiongkok, Rusia, India dan Australia.

“Kawasan ASEAN menawarkan peluang bisnis yang luar biasa bagi perusahaan logistik,” kata Krister Sandvoss dari Deutsche Messe di Jakarta, Rabu (23/11).

Pada pameran CeMat Southeast/TransAsia Jakarta/Cold Chain Indonesia, yang akan berlangsung 2-4 Maret 2017 di ICE BSD City, perusahaan penyelenggara pameran asal Jerman itu menggandeng ITE Group Plc dari Inggris melalui PT Debinto-ITE. Pameran ini diprediksi akan menarik peserta dari luar negeri seperti Tiongkok, Jepang, Italia, Singapura, Taiwan, Malaysia, dan India. Oleh karena itu, pengunjung yang diharapkan datang kemungkinan akan berasal dari seluruh kawasan Asia Tenggara.

Direktur Industri, Transport, dan Logistik dari ITE Group Pte Laurent Noel mengatakan, kolaborasi antara ITE di sektor logistik transport dan Deutsche Messe di sektor handling material dan intralogistik merupakan paduan yang tepat. Terlebih lagi, pada tahun 2017, Pemerintah Indonesia akan menyelesaikan bagian pertama dari proyek infrastruktur baru di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan yang akan merangsang pertumbuhan perekonomian setempat.

Ketua Kadin Rosan Roeslani menilai, pameran ini akan menampilkan solusi dan produk mutakhir untuk mengubah Indonesia menjadi salah satu hub logistik di Asia. “Selama ini di logistik ada ekonomi biaya tinggi yang bisa mencapai 24% dari GDP dan menjadi hambatan utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya, seperti dilansir beritasatu.com.s

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Basuki Hadimuljono menambahkan, keberadaan ASEAN membuktikan bahwa pasar regional yang terintegrasi secara positif akan mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan perdagangan. Logistik, pasalnya memainkan peran yang krusial di masa arus bebas barang dan jasa seperti saat ini.

Penyelenggaraan CeMat Southeast Asia ini mendapatkan dukungan berbagai pihak antara lain Kadin, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, serta German Engineering Association (VDMA) dan European Federation of Materials Handling (FEM).

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY