Indonesia Maritime Institute: Pelabuhan Bojonegara Potensial untuk Jadi Gerbang Maritim Dunia

0
444
Gerbang Pelabuhan Bojonegara, Serang (kaskus.co.id)
Gerbang Pelabuhan Bojonegara, Serang (kaskus.co.id)

Serang – (suaracargo.com)

Pelabuhan Internasional Bojonegara (PIB) yang terletak di Desa Pulo Ampel, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, termasuk yang dilirik untuk dijadikan sebagai gerbang maritim dunia. Alasannya, letak PIB yang berdekatan dengan Selat Sunda dinilai sangat strategis.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute, Dr Yulian Paonganan dalam Seminar Nasional Wacana Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia, di Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Kamis (4/12).

Menurut Yulian, lokasi Pelabuhan Bojonegara dan Selat Sunda selama ini hanya dijadikan jalur perlintasan oleh kapal-kapal internasional tanpa pernah singgah ke sana. Padahal, keduanya merupakan bagian penting dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Jika pemerintah setempat dapat mewujudkan pelabuhan yang memadai di sana, kapal-kapal internasional yang biasa bersandar di Pelabuhan Singapura, dapat teralihkan ke Pelabuhan Bojonegara. Secara otomatis, hal itu pun dapat meningkatkan penghasilan daerah dan menciptakan roda perekonomian yang besar bagi masyarakat.

“Karena itu, pemerintah harus didorong untuk melanjutkan pembangunan PIB dan mendeklarasikannya sebagai gerbang maritim dunia,” kata Yulian, sebagaimana dilansir beritasatu.com.

Namun syaratnya, kata Yulian, pelabuhan tersebut harus dikelola dengan baik dan layak untuk disinggahi oleh kapal-kapal internasional. Untuk itu dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyiapkan kajian strategisnya. “Hal ini kan bisa sejalan dengan visi misi dari pemerintahan Jokowi JK,” ujarnya.

Di sisi lain, sebagaimana ia tuturkan, kondisi Selat Malaka yang saat ini sudah mulai mendangkal semakin membuka peluang keberadaan PIB sebagai gerbang maritim. Karena Selat Sunda memiliki palung laut yang dalam, kapal-kapal berukuran besar tidak akan ragu melintasi dan berlabuh di pelabuhan yang terletak di Barat Kabupaten Serang tersebut. ”Akan tetapi pembangunan PIB sebagai gerbang maritim itu tetap perlu memikirkan aspek sosial budayanya, agar dapat diterima oleh masyarakat setempat,” paparnya.

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Japan International Coorporation Agency (JICA) sejak tahun 1995, kawasan Pantai Bojonegara sangat pontensial untuk dibuat pelabuhan karena kondisi pantainya kondusif, airnya tenang serta didukung kedalaman air yang memadai.

Kedalaman air yang mencapai 16 meter di Bojonegara dinilai sebagai faktor unggulan menyaingi Pelabuhan Hongkong dan Singapura. Karena itu Pemerintah Indonesia dalam hal ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pelabuhan, yakni PT Pelindo II, pada saat itu merancang untuk dibuat pelabuhan peti kemas bertaraf internasional.

Upaya ini dilakukan untuk meringankan beban yang ditanggung Pelabuhan Tanjuk Priok. Dari segi usia dan padatnya aktivitas, Tanjung Priok dianggap sudah berada pada tingkat jenuh dan kawasannya semakin padat sehingga tidak bisa dikembangkan lagi.

Bahkan, dalam rencananya pembangunannya, PIB bukan hanya sekadar pelabuhan. Nantinya di sana juga akan dibangun kawasan industri dan perdagangan. Kawasan industri ini akan dibangun di luar areal utama 120 hektare. Itu berarti luas lahan untuk kawasan industri sebesar 380 hektare. Karena, lahan PIB seluruhnya mencapai 500 hektare.

Namun sayangnya, semua rencana itu akhirnya mubazir. Faktanya, pembangunan PIB itu sudah terhenti karena pemerintah pusat tidak lagi memiliki dana. Pihak investor pun enggan menanamkan modalnya untuk membangun pelabuhan peti kemas Bojonegara tersebut.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY