Industri Jasa Logistik Siap Garap PLB

0
261
ilustrasi pusat logistik berikat (sentananews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Kamadjaja Logistic bersiap memulai bisnis pusat logistik berikat (PLB) di awal tahun nanti.
Perusahaan yang sudah mendaftarkan diri sebagai PLB per Oktober lalu ini juga sudah memiliki gudang bernama K-Log, seluas 10.000 meter persegi (m²).

Menurut Ivan Kamadjaja, Chief Executive Officer PT Kamadjaja Logistic menilai, pusat logistik berikat ini memiliki potensi bisnis. “PLB bisa mempercepat proses logistik yang sudah berjalan,” katanya pada hari Minggu (18/2/2016).

Perusahaan ini memang sengaja mengulur waktu pengoperasian pusat logistik berikat di awal tahun nanti lantaran ingin mempersiapkan diri dengan matang. Terutama untuk mempelajari aturan teknis dari pusat logistik berikat tersebut.

Kamadjaja Logistic sudah memiliki calon klien yang bakal bekerjasama dengan perusahaan ini. Sayang, Ivan sendiri masih belum bersedia menyebutkan identitas calon pelanggannya. Yang jelas, perusahaan berasal dari bidang produk makanan (food and beverage) dan produk konsumsi (consumer goods).

Sejauh ini, manajemen Kamadjaja Logistic mengklaim masih belum menghitung proyeksi bisnis dari pusat logistik berikat ini.
“Tapi kalau secara fakta teman-teman kami (pemain logistik di PLB), proyeksinya cukup bagus,” paparnya.

PT Lookman Djaja juga akan terjun di bisnis pusat logistik berikat. Menurut Kyatmaja Lookman, Chief Executive Officer PT Lookman Djaja, pihaknya berencana membangun kawasan pergudangan terintegrasi seluas 20 hektare (ha) di atas lahan 35 ha di Cikarang, Jawa Barat.

Lookman Djaja siap mendaftarkan kawasan pergudangan itu menjadi pusat logistik berikat. “Kalau pembangunan gudang sudah rampung, kami daftarkan ikut PLB,” tuturnya.

Meski siap terjun di bisnis pusat logistik berikat, Kyatmaja menyebutkan, sejatinya bisnis tersebut masih menjadi pelengkap bisnis logistik secara keseluruhan.

Ini artinya, Lookman Djaja masih memandang penting bisnis logistik yang sudah dijalani selama ini. “PLB itu tidak bisa menggantikan bisnis logistik yang sudah ada,” katanya, tanpa merinci lebih lanjut.

Reporter: Ramadhani Prihatini
Editor: M. Nahar
Sumber: Kontan

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY