Industri Logistik Merugi Karena Banjir

0
235
ilsutrasi truk barang (beritadaerah.co.id)
ilsutrasi truk barang (beritadaerah.co.id)

Berapa kerugian yang ditimbulkan bencana alam banjir ?

Mungkin saja secara material bisa dihitung, namun secara imaterial sulit diterka. Banjir yang paling besar gaungnya adalah banjir Jakarta. Akan tetapi, banjir di tempat lain sebenarnya tak kalah dahsyat. Sebut saja sebagai contoh, yang terjadi di pantai utara jawa (Pantura).

Hari Senin kemarin, banjir menggenangi hampir tujuh kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Air bah merendam tak kurang dari 3,500 rumah warga. Ribuan orang menjadi pengungsi di tanah kelahirannya sendiri.

Akibatnya berdampak luas. Jalur transportasi darat (Pantura) yang menghubungkan Indonesia timur dan Indonesia bagian barat terputus. Rute ini merupakan urat nadi perekonomian di Indonesia. Bagai tulang punggung industri logistik di tanah air.

Meski tidak separah tahun 2014 tahun lalu, akan tetapi banjir yang hampir seminggu itu telah berdampak sangat besar. Logistik lumpuh. Harga bahan pokok membumbung. Banyak hasil bumi dari jawa bagian timur tidak terdistribusikan ke wilayah barat. Sementara itu barang industri dari Jakarta tak menentu sampai kapan tiba di Surabaya.

Industri logistik merugi. Sopir mengeluh karena kekurangan uang jalan. Ongkos sewa truk membumbung tak terkendali.

Pemerintah sebenarnya telah mengantisipasi hal ini. Yaitu dengan pembangunan jalan Tol Cikampek – Palimanan sepanjang 116,75 km. Pembangunannya semenjak tahun 2011. Presiden Jokowi memastikan bahwa tol tersebut bisa digunakan sebelum Idul Fitri 2015.

Infrastruktur seperti ini sangat ditunggu oleh pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bidang logistik. Jalan tol itu nantinya akan menjadi satu satunya solusi untuk menghindari kerugian industri transportasi saat banjir melanda.

@lambangsarib

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY