Infrastruktur Jalan dan Kurangnya Frekuensi Pengiriman Barang Sebabkan Biaya Logistik ke Tiongkok lebih Murah daripada Ke Jayapura

0
287
Proses bongkar muatan KA Logistik saat tiba di Stasiun JICT Tanjung Priok, Kamis (18/2). Dioperasikannya KA Logistik Tanjung Priok diharapkan mampu menurunkan masalah waktu bongkar muat atau dwelling time hingga dua hari. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jakarta – (suaracargo.com)

Biaya logistik transportasi laut menuju Indonesia wilayah bagian timur masih mahal. Biaya logistik ke Tiongkok dan Singapura bahkan lebih murah ketimbang ke Indonesia bagian timur.

“Ini adalah gambaran biaya logistik, Priok ke Banjarmasin US$ 650 satu kontainer. Sementara Priok-Guangzhou US$ 400, Priok-Singapura US$ 185, Priok-Jayapura US$ 1.000,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adolf Tambunan, dalam acara Rapat Kerja Nasional 2016 INSA yang digelar di Hotel Double Tree Cikini, Jakarta, Senin (16/5/2016).

Adolf mengatakan, mahalnya biaya tersebut bukan semata-mata karena angkutan perairan yang tidak efisien. Dia mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan biaya logistik ke Indonesia timur menjadi lebih mahal. Faktor tersebut diantaranya, kurang tersedia akses jalan dan transportasi di darat.

“Kalau masalah biaya logistik door to door angkutan laut juga dipengaruhi akses jalan, Ć¢??kendaraan dan sarana angkutan,” kata dia.

Selain itu, dia menyebut mahalnya biaya logistik disebabkan oleh kurangnya frekuensi pengangkutan barang ke Indonesia timur serta sebaliknya.

“Kemudian frekuensi pelayanan, tidak keseimbangan perdagangan barat dan timur sehingga pelayanan frekuensi sesuai dengan akumulasi muatan tersedia. Sehingga perlu memperbanyak frekuensi pelayanan kapal” kata dia, seperti dilansir Liputan6.com.

Dia mengatakan, jalan keluar dari masalah mahalnya biaya logistik ialah dengan menciptakan pemerataan industri di seluruh wilayah Indonesia. Dia bilang, dengan pemerataan industri, infrastruktur jalan, sarana transportasi, serta frekuensi perdagangan akan meningkat. Ke depan nanti, semua hal tersebut akan menyebabkan biaya logistik terpangkas.

“Sehingga yang perlu adalah pemerataan industri. Sepanjang belum pemerataĆ¢??an industri di luar Jawa maka transportasi laut mengikuti pergerakan perdagangan pada intinya” tutur dia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY