Infrastruktur Jangan Hanya di Atas Kertas

0
207
ilustrasi pembangunan infrastruktur (koran-sindo.com)
ilustrasi pembangunan infrastruktur (koran-sindo.com)

Dalam program nawacita, pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla menempatkan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang sebagai prioritas. Komitmen itu ditunjukkan dengan upaya pemerintah menggenjot anggaran untuk infrastruktur. Baru kali ini, jumlah anggaran infrastruktur melampaui jumlah anggaran subsidi. Meski sudah mendekati angka Rp300 triliun, dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan target itu masih kurang. Sedikitnya butuh ribuan triliun dalam jangka waktu empat tahun ke depan.

Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pembangunan itu membutuhkan anggaran sedikitnya Rp5.519,4 triliun.
Data tersebut dilansir Bappenas melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Sampai dengan 100 hari pemerintahan ini, persiapan ke arah itu memang telah dilakukan.

Sejumlah kebijakan terkait yang sudah diambil, antara lain menggabungkan sejumlah kementerian yang terkait infrastruktur seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjadi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, menambah Kementerian Agraria dan Tata Ruang yang dulunya Badan Pertanahan Nasional (BPN) hingga mengalihkan dana subsidi untuk infrastruktur.

Dari langkah-langkah tersebut, terlihat adanya upaya untuk memperkuat koordinasi demi mengentaskan masalah yang selama ini menjadi momok bagi infrastruktur. Hal-hal yang berkaitan dengan tata ruang dan perizinan diupayakan tak lagi jadi masalah.

Penyempurnaan-penyempurnaan regulasi pun diambil di sejumlah kementerian terkait, seperti Kementerian Perhubungan, agar peran utamanya membangun infrastruktur transportasi menjadi lebih efisien. Meski demikian semangat membangun infrastruktur itu masih harus diwujudkan lebih realistis. Sejauh ini, belum banyak yang bisa direalisasi. Di sektor energi misalnya, semua masih sebatas aturan atau pembentukan tim pendukung.

Contoh target pemerintah menaikkan cadangan BBM hingga 30 hari masih jauh panggang dari api jika pembangunan kilang BBM tidak juga direalisasi. Boleh dikata, untuk infrastruktur selama 100 hari pemerintahan Joko Widodo, baru sempurna di atas kertas. Realisasinya, sangat ditunggu demi terwujudnya negara yang kuat dan berdaulat.

Ichsan Amin (sindonews.com)

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY