Ingin Segera Tuntaskan Pembangunan Pelabuhan Mantaritip, Pemkab Jajaki Kemungkinan Kerjasama Dengan Pelindo IV

0
352
DIKELOLA PELINDO: Bupati Berau Muharram meninjau aktivitas pelabuhan di Makassar yang dikelola PT Pelindo 4 (persero). (berau.prokal.co)

Tanjung Redeb – (suaracargo.com)

Setelah memperpanjang kerja sama pengelolaan pelabuhan Tanjung Batu yang menjadi pelabuhan umum bersama PT Pelindo 4 (persero). Pemerintah Kabupaten Berau juga berupaya menuntaskan pembangunan pelabuhan laut Mantaritip di Kecamatan Sambaliung.

Pelabuhan yang dibangun pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu ini memiliki potensi besar sebagai kawasan pelabuhan baru di Bumi Batiwakkal. Untuk menuntaskan dan mengoptimalkan keberadaan pelabuhan Mantaritip, Pemkab Berau juga menjajaki kerja sama dengan PT Pelindo 4.

Dalam pertemuan bersama Direktur Utama Pelindo 4, Doso Agung, Senin (8/8), Bupati Berau Muharram memaparkan keberadaan Pelabuhan Mantaritip dan potensi serta tahapan pembangunan yang telah dikerjakan. Dikatakan oleh Muharram, kawasan pelabuhan di Mantaritip ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pelabuhan peti kemas. Untuk itu, Muharram berharap ada kerja sama dengan Pelindo 4 sebagai badan usaha milik negara, pengelola pelabuhan di wilayah Indonesia Timur, membantu menuntaskan pembangunan dan bersama melakukan pengelolaan pelabuhan Mantaritip.

Bupati Muharram berharap dari Pelindo 4 untuk mendapat dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat agar pelabuhan laut ini bisa segera tuntas dan dioperasikan. Dukungan dari kerja sama Pelindo 4 ini diharapkan Muharram akan mensuport percepatan pembangunan. “Kami berharap dengan kerja sama ini ada dukungan ke pemerintah pusat agar pembangunan pelabuhan ini bisa dipercepat,” ungkapnya, seperti dilansir berau.prokal.co.

banner-csm-atas

Direktur Utama Pelindo 4 Doso Agung, siap menjajaki kerja sama dalam pembangunan dan pengelolaan pelabuhan Mantaritip. Sebagai langkah awal, akan dilakukan peninjauan lapangan terkait keberadaan pelabuhan yang telah terbangun hingga saat ini oleh pihaknya.

Selanjutnya Pelindo 4 akan melakukan kajian teknis bersama Pemkab Berau sebagai bahan menyusun proposal kepada pemerintah pusat. Kajian ini sangat penting untuk menggambarkan potensi wilayah dan keberadaan pelabuhan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Termasuk kesiapan lahan pelabuhan.

“Kami siap untuk bekerjasama dan kita akan lakukan kajian teknis bersama untuk disampaikan ke pusat,” ungkapnya.

Pengembangan pelabuhan Mantaritip dikatakan Doso Agung, tidak hanya pada sisi dermaga. Namun kawasan pelabuhan menjadi kawasan ekonomi khusus juga harus disiapkan sejak awal. Untuk itu, diharapkan Pemkab Berau telah menyiapkan lahan pengembangan kawasan pelabuhan secara terpadu, termasuk mempersiapkan badan jalan masuk pelabuhan yang diperhitungkan puluhan tahun ke depan.

“Saran kami kita siapkan kawasan pelabuhan termasuk penetapan garis sempadan bangunan sejak awal untuk pengembangan ke depan,” ucapnya.

Pelabuhan Mantaritip kata dia memiliki potensi besar sebagai kawasan industri. Berau yang berada di tengah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara akan memacu pertumbuhan kawasan ekonomi. Pelabuhan Mantaritip akan menjadi pelabuhan konsolidator yang menjadi pusat ekspor impor. Dengan adanya kawasan industri yang lahannya telah disiapkan pemerintah daerah, akan memberikan kemudahan kepada investor dan mempercepat menumbuhkan usaha baru di daerah.

“Jadi dalam kerja sama nanti, Pemkab yang memiliki lahan. Pelindo yang akan melakukan pengelolaan dengan pola kerja sama operasi,” tandasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here