Investasi Pembangunan Pembangkit Listrik dan Pelabuhan di Kabupaten Bentaeng 15 Triliun

0
338
ilustrasi pelabuhan (beritasatu.com)
ilustrasi pelabuhan (beritasatu.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan siap diguyur investasi oleh investor asal Tiongkok dan Malaysia. Investasi yang datang dari swasta ini nantinya akan digunakan untuk membiayai pembangunan pelabuhan dan pembangkit listrik (power plant).

Menurut Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, total investasi yang digelontorkan sebesar Rp 15 triliun. Investasi sebesar itu dipergunakan untuk membangun proyek pelabuhan sebesar Rp3 triliun, sementara pembangkit listrik mencapai Rp12 triliun.

“Kita akan bangun menjadi terintegrasi, pelabuhan dan power plant di situ. Biaya lebih murah, bisa menarik investasi dengan terintegrasinya semua. Proyek tahap pertama akan diselesaikan sampai 2018. Dana investasinya mencapai Rp34 triliun. Dana asing mencapai 80 persen dan 20 persen dari Indonesia,” ungkap dia, ketika ditemui dalam acara nota kesepahaman mengenai proyek investasi Bantaeng, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (12/2/2015), sebagaimana dilansir metrotvnews.com.

Menurut Nurdin, pembangunan pembangkit listrik dan pelabuhan tersebut merupakan dua faktor untuk meningkatkan investasi, sehingga membuat pembangunan smelter tidak terhambat lagi.

Di kawasan industri yang terletak di lahan seluas 3.000 hektare (ha) di Kabupaten Bantaeng tersebut, rencananya akan dibangun proyek investasi smelter dan non-smelter. Dari lahan seluas 3.000 ha, 1.000 ha diperuntukkan untuk pembangunan smelter. Sementara sisanya, yang seluas 2.000 ha akan digunakan untuk non-smelter, yakni untuk membangun pelabuhan dan power plant. “Kita bersyukur daerah kita masuk dalam kawasan 13 daerah industri baru yang ditekankan pemerintah. Ke depan, Bantaeng akan menjadi poros maritim. Kami sungguh berharap segera mungkin pembangunan power plant bisa dimulai, kita semuanya menunggu,” kata Nurdin.

Adapun investor yang sudah siap menanam investasinya di Bantaeng adalah PT Terminal Borneo Indonesia selaku pemegang izin Badan Usaha Pelabuhan (BIP), BTN Power, China Machinery Engineering Corporation (CMEC), PetroChina South Energy Holdings Limited (PSEH) dan China Global Infrastruktures Limited (CGI). “Mereka menanam investasi, tapi kita yang menjadi pengelola di Bantaeng Industrial Park. Saya berharap investasi ini bisa berjalan dengan cepat dan terlaksana,” tutup dia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here