Investor Jepang Akan Infrastruktur di Cirebon dan Indramayu

0
374
ilustrasi pembangunan infrastruktur (koran-sindo.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Wakil Ketua Umum Forum Ekonomi Jawa Barat Pangeran Raja Adipati Arif Natadiningrat mengatakan, investor Jepang akan mulai membangun pelabuhan serta kawasan industri di wilayah Cirebon dan Indramayu. Kedua pelabuhan tesebut merupakan alternatif pengganti setelah pembangunan pelabuhan Cilamaya dibatalkan.

“Banyak keluhan dari investor asing seperti Jepang, Cina, dan Korea agar kawasan industri bisa terintegrasi dengan pelabuhan,” ujar Arif di Jakarta, Kamis (14/1).

Menurut Arif, kawasan Cirebon dan Indramayu masih bisa ditata dengan baik dan UMK-nya juga masih belum terlalu tinggi. Rencananya, pelabuhan tersebut digunakan sebagai pelabuhan logistik untuk mendistribusikan batu bara ke sejumlah power plant di wilayah utara Jawa, dan pelabuhan kontinental. Masing-masing akan dibangun di atas lahan seluas 20 ribu hektare. Menurut Arif, saat ini belum akan dilakukan groundbreaking karena masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Perhubungan.

“Salah satu pelabuhan yakni di Indramayu sudah mendapatkan izin lokasi dari bupati dan tinggal menunggu izin dari Kementerian Perhubungan,” kata Arif, seperti dilansir republika.co.id

Arif selanjutnya mengatakan, pembangunan ini seluruhnya akan dikerjakan oleh swasta dan salah satu investor yang terlibat berasal dari Jepang. Selain membangun pelabuhan, investor tersebut juga akan membangun kawasan industri sehingga seluruh infrastruktur bisa saling terintegrasi secara sinergis. Arif menjelaskan, untuk membangun satu kawasan industri dan pelabuhan yang terintegrasi dibutuhkan investasi sebesar Rp 100 triliun.

Sementara itu, Ketua Forum Ekonomi Jawa Barat Jajat Priatna Purwita mengatakan, kawasan industri di wilayah Jawa Barat rencananya akan difokuskan untuk subtitusi impor sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku. Menurutnya, pengembangan subtitusi impor dapat dimulai dari Jawa Barat karena sekitar 60 persen kawasan industri berada di wilayah tersebut.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here