IPC Kelola Pelabuhan Sintete

0
317
ilustrasi pelabuhan (okezone.com)

Sintete – (suaracargo.com)

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) tengah menjajaki peluang usaha dan optimalisasi lahan di wilayah operasional Kalimantan Barat. IPC akan menggarap pelabuhan baru dan mengelola pelabuhan milik Kementerian Perhubungan di provinsi tersebut.

Elvyn G. Masassya, Direktur Utama IPC mengatakan perseroan bakal meneken perjanjian kerja sama dengan Kemenhub terkait pengelolaan Pelabuhan Sintete pada 20 Agustus 2017. Saat ini, Pelabuhan Sintete merupakan pelabuhan perintis kelas V yang dikelola Kemenhub.

Elvyn menerangkan ke depan Pelabuhan Sintete akan dilengkapi dengan Jembatan Timbang guna memitigasi risiko kelebihan muatan kapal. Pelabuhan Sintete juga bakal dilengkapi dengan fasilitas pompa CPO sebagai antisipasi berkembangnya sektor perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Barat.

“Sebagai titik temu antar transportasi darat dan laut, revitalisasi serta optimalisasi lahan pelabuhan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian khususnya di daerah hinterland,” ujar Elvyn, Jumat (18/8/2017).

Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / Indonesia Port Corporation (IPC) menyatakan siap meningkatkan produktifitas Pelabuhan Sintete, Kebupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini dinilai masih rendah.

Saptono R. Irianto Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo II menyatakan kesiapannya tersebut lantaran seperti permintaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahwa Pelabuhan Sintete yang saat ini dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub ini akan dilimpahkan pengelolaannya kepada Pelindo II, sehingga produktifitas harus meningkat.

“Kami (Pelindo II) sudah siap untuk meningkatkan produktifitas Pelabuhan Sintete,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (28/3).

Menurutnya, Pelindo II akan segera melakukan penambahan sejumlah peralatan yang memadai agar dapat mempercepat proses bongkar muat di sana. Pasalnya, proses bongkar muat di sana masih terkendala lantaran tidak didukung peralatan yang memadai sehingga prosesnya memakan waktu lama.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here