Jalan Tol Baru Jasa Marga Bidik 300 Km

0
42

SUARACARGO.COM, JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menargetkan penambahan operasional ruas tol baru sepanjang 300 km hingga akhir 2018. Tambahan ruas tol baru berasal dari dua ruas tol baru dan lima seksi pada ruas tol yang sebagian sudah beroperasi.

Corporate Secretary Jasa Marga, Mohamad Agus Setiawan mengatakan ruas tol baru yang akan beroperasi hingga akhir 2018 antara lain ruas Batang – Semarang sepanjang 75 km dan ruas Solo – Ngawi yang menjadi porsi badan usaha jalan tol (BUJT sejauh 69,35 km.

Dia menuturkan, seksi III pada ruas Gempol – Pasuruan dan tiga seksi pada ruas Pandaan – Malang juga dijadwalkan beroperasi pada paruh kedua 2018. Berdasarkan data monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), seksi III Gempol – Pasuruan sepanjang 13,65 km dijadwalkan beroperasi pada Desember 2018. Sementara itu, seksi 1, seksi 2, dan seksi 3 ruas Pandaan – Malang sepanjang 31 km juga dijadwalkan beroperasi di bulan yang sama.

Di Sumatra, Jasa Marga juga siap meresmikan seksi 1 ruas tol Medan – Kuala Namu – Tebing Tinggi (MKTT) karena seksi jalan sepanjang 10,75 km sudah diuji coba dan tarifnya telah ditentukan. “Untuk seksi I dari Tanjung Morawa ke Parbarakan sebetulnya sudah siap, tapi kami menunggu peresmian saja oleh Presiden,” ujarnya di Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Dalam catatan Bisnis, total panjang ruas tol baru yang akan dioperasikan Jasa Marga mencapai 237,14 km. Agus menyebut, dalam periode Januari-Juli 2018, perseroan telah menambah ruas tol baru sepanjang 70 km. Walhasil, Jasa Marga diestimasi menambah ruas tol baru sepanjang 307,14 selama 2018.

Di sisi lain, Jasa Marga juga akan mendapat tambahan dana segar sebesar Rp1,6 triliun pada Oktober 2018 lewat penerbitan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). Tambahan dana ini merupakan tahap kedua setelah pada Juli 2018 lalu Jasa Margo mengantongi Rp1,4 triliun dari penerbitan RDPT bernama Mandiri Infrastruktur Ekuitas Transjawa.

Agus mengatakan, Jasa Marga akan melepas 20% saham di tiga anak perusahaan jalan tol, yakni PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK). Pelepasan saham ini membuat Jasa Marga tinggal memiliki sisa saham sebesar 40% di tiga anak usaha tersebut.

Kendati kepemilikan sebagian saham dilepas, Agus menyebut Jasa Marga memiliki opsi membeli kembali atau buyback secara bertahap dalam rentang waktu lima tahun. “Bisa saja dalam satu tahun kami ambil sebagian, itu tergantung nanti strategi. Yang jelas dalam lima tahun sudah kembali lagi menjadi milik Jasa Marga,” jelasnya.

Dana yang diperoleh dari penerbitan RDPT sebesar Rp3 triliun menurut Agus akan digunakan untuk mendanai ruas tol eksisting yang masih dalam konstruksi maupun ekspansi di ruas tol baru. Secara keseluruhan, Jasa Marga memiliki konsesi jalan tol sepanjang 1.527 km.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here