Jalan Tol di Yogyakarta Dibangun untuk Dukung Distribusi Logistik

0
235
Ilustrasi jalan tol(Dokumentasi BPJT /properti.kompas.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kehadiran jalan tol di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diyakini penting. Keberadaan jalan tol tersebut adalah untuk menunjang konektivitas seluruh wilayah di Pulau Jawa, khususnya di jalur selatan.

Pasalnya, selama ini pemerintah dianggap hanya memperhatikan kelancaran konektivitas di wilayah utara Pulau Jawa. Setidaknya, ada tiga ruas tol yang akan dibangun pemerintah pusat yang melewati wilayah Yogyakarta, yaitu ruas Bawen-Yogyakarta, Solo-Yogyakarta, dan Cilacap-Yogyakarta.

“Yang paling perlu itu kan sebetulnya dari Yogya ke Solo. Mungkin itu yang akan kami dahulukan dengan menggunakan elevated,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Ari Setiadi Moerwanto kepada KompasProperti, Minggu (16/7/2017).

Ari mengakui bahwa pembangunan jalan tol di wilayah selatan Pulau Jawa cukup tertinggal. Padahal, wilayah tersebut merupakan salah jalur utama untuk distribusi barang, jasa dan logistik.

Sebelumnya diberitakan, Sultan Hamengku Buwono X menolak pembangunan jalan tol di Yogyakarta. Alasannya, dikhawatirkan mengganggu perekonomian masyarakat. Keterbatasan ruang terbuka yang ada di Yogyakarta membuat pembangunan jalan bebas hambatan tertutup yang tidak memungkinkan semua orang dapat masuk sulit untuk dilaksanakan.

Terkait penolakan tersebut, Ari memastikan bahwa Kementerian PUPR akan berdialog dengan Sri Sultan dan masyarakat Yogyakarta untuk mencari solusi terbaik.

Salah solusi yang dapat diterapkan yaitu pembangunan jalan tol hanya sampai wilayah pinggiran Yogyakarta saja.

“Bisa juga di Yogya itu lewat dipinggirnya saja, nanti ke dalamnya pakai arteri yang bagus,” kata dia.

Penulis: Dani Prabowo
Editor : M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here