Jalur Kereta Pelabuhan Semarang Diaktifkan Kembali Tahun Ini

0
284
ilustrasi kereta barang (kaskus/tribunnews.com)
ilustrasi kereta barang (kaskus/tribunnews.com)

Semarang – (suaracargo.com)

Tahun ini, jalur rel kereta api di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang akan diaktifkan kembali. Asisten Manajer Operasi Terminal Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Purwanto Wahyu Widodo menyatakan, saat ini proses pembangunan kembali jalur rel kereta di terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tersebut sudah mulai dilakukan. “Masih dalam tahap pengurukan lahan,” kata Purwanto kepada Tempo di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jum`at 13 Maret 2015.

Pengaktifan kembali jalur kereta pelabuhan tersebut bertujuan untuk mengangkut peti kemas dari maupun ke pelabuhan Tanjung Emas. Ada lahan seluas 30 hektar untuk keperluan aktivasi stasiun barang pengangkutan kereta api tersebut. Setiap kali berhenti, kata Purwanto, kereta api bisa mengular hingga 40 gerbong. Adapun jalur kereta api di sekitar pelabuhan panjangnya sekitar 3 kilometer.

Purwanto mengemukakan, rel kereta api di Pelabuhan Tanjung Emas sebenarnya masih ada. Namun, karena sudah lama tak dipergunakan, rel tersebut terpendam tanah. Nantinya, kata Puerw akan dibuat rel kereta api baru yang bisa langsung tersambung dengan jalur Surabaya dan Jakarta. Purwanto menyatakan, pembangunan rel kereta api tersebut ditargetkan selesai pada tahun ini. “Agar bisa segera beroperasi,” katanya.

Menurut Purwanto, keberadaan rel kereta api tersebut akan berdampak positif bagi moda transportasi di darat. Selama ini, kata dia, truk-truk kontainer sudah menyesaki jalan – jalan di darat, terutama di jalur Surabaya-Jakarta.

Purwanto menghitung, biaya transportasi kontainer jalur jalan raya lebih mahal dibandingkan dengan transportasi lewat jalur kereta api. Jika menggunakan kereta api, biayanya hanya Rp 2 juta, tapi jika menggunakan jalur darat, bisa mencapai Rp 5 juta untuk Semarang-Surabaya.

Dari pantauan Tempo, hingga hari ini rel kereta api masih dalam tahap pengurukan. Truk-truk pembawa tanah menumpahkan muatannya di lokasi tersebut. Purwanto menyatakan, calon lahan stasiun kereta api barang tersebut akan dibiarkan sekitar tiga bulan agar tanah urukannya bisa semakin padat. Rel kereta api itu sendiri sengaja dibuat satu meter lebih tinggi daripada jalan raya. Maklum, problem banjir dan rob selalu menghantui pelabuhan yang posisinya terletak di pesisir pantai utara Jawa tersebut.

General Manager Terminal Peti Kemas Semarang Iwan Sabatini menyatakan, rob dan banjir di pelabuhan Tanjung Emas sudah berhasil ditangani. “Pompa air dan polder sangat efektif membuat pelabuhan tidak banjir lagi,” kata Iwan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here