Jalur Kereta Pertama di Indonesia Akan Direaktivasi oleh PT KAI

0
424
Museum Kereta Api Ambarawa (vivanews.co.id)
Museum Kereta Api Ambarawa (vivanews.co.id)

Ambarawa – (suaracargo.com)

PT Kereta Api Indonesia telah melakukan penertiban terhadap 134 bangunan di sepanjang Tuntang-Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tindakan itu dilakukan dalam rangka proyek reaktivasi kereta api lintas Kedungjati-Tuntang-Ambarawa, sepanjang 36,7 kilometer.

“Saat ini progress penertiban lahan lintas Kedungjati-Tuntang telah mencapai 100 persen, ” kata Suprapto, Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daop IV di Semarang, Sabtu 8 November 2014. Pada proses penertiban bangunan yang dilakukan pada Kamis 7 November 2014, ungkap Suprapto, sebanyak 134 bangunan ditertibkan dengan lancar. Secara rinci, bangunan yang ditertibkan antara lain terdiri atas 83 KK di Desa Lodoyong, 9 KK di Desa Pajang, 27 KK di Desa Tambak Boyo, dan 15 KK di Desa Kupang.

Untuk para penghuni bangunan yang ditertibkan, kata Suprapto, pihak PT KAI telah memberikan uang ganti pembongkaran dalam dua kategori. Untuk bangunan permanen diberikan ganti pembongkaran Rp250 ribu per meter, sedangkan untuk bangunan semipermanen sebesar Rp200 ribu per meter.

“Itu hanya uang ganti pembongkaran, bukan uang ganti rugi. Karena hal itu hanya untuk meminimalisir dampak cost social dari proyek tersebut,” beber dia, sebagaimana dilansir VIVAnews.

Untuk saat ini, tahap pembangunan jalan rel reaktivasi Tuntang-Ambarawa terbagi dalam dua tahap. Pertama, yakni progress pembuatan badan rel, kontruksi jembatan dan kontruksi underpas atau fly over di 18 titik perlintasan. “Tahap 1 ini ditargetkan akhir 2014 akan diselesaikan,” kata dia.

Selanjutnya, untuk tahap kedua adalah pembangunan jalan rel yang akan dilaksankan di awal 2015 mendatang. Suprapto berharap, proyek reaktivasi jalur rel KA yang pertama di Indonesia itu bisa mulai dioperasikan pada bulan Mei 2015 mendatang.

Seperti diketahui, pekerjaan reaktivasi jalur KA Kedungjati-Tuntang sepanjang 32 kilometer mulai digagas pemerintah pada 2011 lalu, dengan ditandatanganinya MoU antara Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, PT KAI, dan Pemprov Jateng.

Adapun pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan setidaknya menggelontorkan anggaran sebesar Rp850 miliar untuk menghidupkan kembali jalur KA pertama di Tanah Air tersebut.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here