Jalur Manggarai-Cikarang Berdampak pada Efisiensi Logistik

0
280
Stasiun Manggarai (id.wikipedia.org)
Stasiun Manggarai (id.wikipedia.org)

Jakarta – (suaracargo.com)

Dampak pengoperasian jalur kereta api dwiganda Manggarai-Cikarang terhadap biaya logistik sangat bergantung pada tarif dan efektivitas pengiriman.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik Carmelita Hartoto mengatakan, penggunaan kereta api sebagai moda transportasi pengiriman logistik sejauh ini lebih mahal ketimbang truk lantaran pengiriman logistik dengan kereta memerlukan transportasi lanjutan untuk sampai ke lokasi akhir pengiriman.

“Tapi, intinya, kereta api harus disiapkan karena bicara logistik terintegrasi artinya harus ada kereta api yang dekat dengan pelabuhan dan dekat lapangan penumpukan,” katanya, Senin, 5 Oktober 2015.

Logistics Performance Index (LPI), yang dikeluarkan Bank Dunia pada 2014, menunjukkan performa logistik Indonesia masih berada di urutan ke-53. Posisi tersebut jauh di bawah Singapura yang berada di posisi kelima, Malaysia di posisi ke-25, dan Thailand di peringkat ke-35.

Beban terbesar dalam sistem logistik nasional terletak pada komponen transportasi sebesar 12,04 persen dari PDB, disusul ongkos inventarisasi 9,47 persen, dan biaya administrasi 4,52 persen.

Adapun distribusi angkutan logistik nasional masih didominasi angkutan jalan 90,34 persen, kereta api 0,62 persen, sungai 1,01 persen, penyebrangan 0,98 persen, angkutan laut 7,00 persen, dan angkutan udara 0,05 persen.

Menurut Carmelita, jika PT KAI sebagai operator tidak dapat memberikan tarif lebih murah, tentu saja para pelaku usaha logistik enggan menggunakan moda transportasi kereta api untuk pengiriman barang. “Kalau tarifnya kompetitif, akan ada perpindahan dari truk ke kereta api.”, kata Carmelita seperti dilansir tempo.co.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menargetkan penyelesaian pembangunan jalur dwiganda lintas Cikarang-Manggarai paling lambat rampung pada awal 2018. Proyek ini bertujuan mempercepat perjalanan, baik KRL maupun kereta jarak jauh.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here