Jarak Tempuh Jakarta Surabaya Sama Dengan 104 Tahun Lalu

0
422

Jika pada tahun 1911 perjalanan nonstop dari Jakarta ke Surabaya menghabiskan waktu 19 jam dan 26 menit, maka saat ini, 104 tahun kemudian, perjalanan nonstop dari Jakarta ke Surabaya memerlukan waktu yang lebih kurang sama, demikian ditulis James Luluhuma dalam harian Kompas tanggal 25 Maret 2015.

Pada tanggal 11 Mei 1911, mobil Perancis, Charron, di Yogyakarta, melakukan perjalanan nonstop dari Jakarta ke Surabaya yang berjarak 846 kilometer dengan mengendarai mobil Charron. Rute yang ditempuh adalah Jakarta, Cibinong, Bogor, Cibadak, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Sumedang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Rembang, dan finish di Surabaya.

Pada waktu itu, kecepatan rata-rata mobil 45 kilometer. Dengan demikian, di atas kertas waktu yang diperlukan 18,8 jam. Itulah sebabnya, waktu tempuh 19 jam dan 26 menit dengan kendaraan seperti itu adalah hal yang wajar.

Pada tahun 1928, 17 tahun kemudian, kecepatan mobil bertambah menjadi rata-rata 70 kilometer per jam. Ford Model A hanya memerlukan waktu 11 jam dan 53 menit untuk melakukan perjalanan nonstop dari Jakarta ke Surabaya.

Tahun 1932, empat tahun kemudian, perjalanan nonstop Jakarta ke Surabaya dengan Austin Compressor ditempuh dalam waktu 10 jam dan 53 menit. Pada tahun 1934 dibuka rute baru. Perjalanan dari Jakarta ke Cirebon tidak lagi melalui Bandung, tetapi melalui Bekasi, Karawang, dan Pamanukan. Jarak Jakarta-Surabaya berkurang 45 kilometer, menjadi 801 kilometer. Selain itu, perjalanan juga dapat dilakukan lebih cepat karena kontur tanah di jalur utara landai, tidak seperti melalui Sumedang yang merupakan kawasan pegunungan.

Tidak heran waktu tempuh perjalanan nonstop Jakarta ke Surabaya menjadi lebih cepat. Tahun 1935, kecepatan rata-rata mobil pun bertambah menjadi 80 kilometer per jam. Tidak heran jika Ford V8 mampu menempuh perjalanan nonstop Jakarta ke Surabaya dalam waktu 9 jam dan 13 menit. Dan, tahun 1938 kecepatan mobil rata-rata 100 kilometer per jam. Tidak heran jika Fiat Ballila menempuh perjalanan itu dalam waktu 8 jam dan 13 menit.

Tak dapat dicapai lagi

Namun, sayangnya, rekor itu tak pernah dapat dicapai lagi. Bahkan, untuk mendekatinya saja tidak dapat dilakukan. Seiring dengan perjalanan waktu, jumlah mobil pun semakin bertambah, begitu pula dengan pengguna jalan lain. Jalan – jalan menjadi semakin padat. Perjalanan nonstop Jakarta ke Surabaya kemudian tidak dapat lagi dilakukan di bawah 12 jam.

Padahal, di beberapa bagian telah dibangun jalan tol, misalnya ruas Jakarta-Cikampek, Palimanan-Kanci (kemudian Pejagan). Dengan demikian, perjalanan nonstop Jakarta ke Surabaya seharusnya menjadi lebih cepat. Namun, kenyataannya selalu tidak demikian.

Kalah cepatnya pembangunan ruas jalan dibandingkan dengan pertambahan jumlah mobil yang melaju di jalan menjadikan kemacetan terjadi di mana-mana. Dengan demikian, perjalanan nonstop Jakarta ke Surabaya pada tahun 2015 ini memerlukan waktu rata-rata 19 jam, sama dengan waktu yang diperlukan pada 104 tahun lalu.

Kita masih menunggu selesainya jalan tol Jakarta-Surabaya. Jika jalan tol itu selesai, diharapkan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya dapat dilakukan lebih cepat, di bawah 12 jam. Namun, melihat semakin banyaknya jumlah mobil baru yang turun ke jalan setiap hari, dikhawatirkan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya di bawah 12 jam tidak akan pernah dicapai lagi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here