Jasa Angkutan Truk Diharapkan Tidak Tersaingi Kereta Pelabuhan

0
425
ilustrasi kereta barang (sinarharapan.co)
ilustrasi kereta barang (sinarharapan.co)

Jakarta – (suaracargo.com)

Merespon tingginya kepadatan dan kemacetan lalu lintas di pelabuhan Tanjung Priok, banyak pihak berharap agar rencana pemerintah membuka kembali jalur kereta api (KA) pelabuhan dilakukan dengan konstruksi melayang (elevated).

Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan menegaskan, seharusnya pemerintah membangun jalur KA baru dengan desain konstruksi melayang (elevated) atau bawah tanah. Dengan demikian, jalur lalu lintas angkutan barang relatif lebih lancar karena tidak terganggu dengan lalu lintas truk pengangkut petikemas.

“Seharusnya, pemerintah tidak menggunakan jalur KA peninggalan Belanda karena kondisi pelabuhan saat ini sudah jauh berbeda. Bangunlah (rel) yang baru lewat atas atau lewat bawah tanah sehingga tidak mengganggu lalu lintas trucking (jasa angkut truk) yang sudah eksisting,” kata Gemilang, di Jakarta, Rabu (16/9).

Sejak awal, kata Gemilang, pengusaha jasa angkut truk tidak terlalu khawatir dengan rencana pemerintah mengaktifkan kembali jalur KA pelabuhan. Ia meyakini, pengguna jasa tetap akan memilih moda angkut yang lebih efisien.

Pemilik barang lebih memilih moda transportasi jalan sebab tarifnya bisa dinegosiasikan. Selain itu, pola angkutan trucking juga bersifat langsung dari dan ke gudang pemilik barang.

“Silakan saja kalau mau ada jalur KA di Pelabuhan Priok asalkan jalurnya tidak mengganggu mobilisasi trucking. Kami tidak khawatir bersaing dengan moda tersebut,” kata dia, seperti dilansir sinarharapan.co.

Meski demikian, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Jawa Barat bidang Perhubungan, Muis Tonthawi optimistis KA pelabuhan dengan akses langsung ke terminal peti kemas Tanjung Priok bakal mendongkrak volume pengangkutan peti kemas menggunakan moda KA.

Apalagi, rencana positif ini juga diimbangi kondisi industri di Jawa Barat dan sekitarnya yang telah memanfaatkan layanan Cikarang Dry Port (CDP) yang memiliki akses KA.

Memang, tidak mudah mengubah kebiasaan pelaku usaha di Jawa Barat dan sekitarnya yang selama ini telah memanfaatkan moda truk dalam kegiatan logistiknya dari dan ke pelabuhan.

Ditambah lagi, hal ini menyangkut pola pengangkutan logistik yang sudah bersifat kontrak jangka waktu tertentu. “Soal business to business-nya juga mesti disesuaikan,” kata dia.

Sebelumnya, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli secara simbolis membongkar beton yang menutupi jalur KA di lingkungan kerja Pelabuhan Tanjung Priok guna mengaktifkan kembali moda KA untuk angkutan logistik.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here