Jasa Cargo Bagian Dari Ekosistem E-Commerce

0
260

Beberapa bulan yang lalu, pernah saya tanya ke almarhum ayah saya. Beliau wafat di usia 72 menjelang 73 tahun. Waktu itu saya bertanya tentang apa yang beliau pahami dengan kantor pos. Setelah mengumpulkan sedikit memorinya yang tersisa, beliau menjawab, “kantor pos adalah perusahaan negara tempat untuk mengirim surat, kirim telegram, menjual perangko, menjual materai, menabung, mengambil pensiun dan mengirim uang lewat wesel pos.”

Saya tidak terkejut dengan jawaban itu. Karena memang, itulah kenyataannya. Paling tidak, itulah memori beliau semasa muda hingga usia senjanya, saat masih sering ke kantor pos.

Sekarang bagaimana menurut anda ? Adakah diantara anda, ada yang membayangkan bahwa kantor pos melakukan hal yang serupa ?

Kantor pos pasti akan tutup jika mengandalkan bisnis pengiriman surat. Kenapa ? Karena kita tahu, dunia sekarang kearah papperless. Surat fisik telah digantikan oleh surat elektronik. Telegram yang dulu menjadi primadona, kini tergantikan oleh SMS, WA, YM, Line dan Kakaotalk. Bahkan, undangan yang sifatnya pribadi pun sekarang sudah bergeser kearah Creative e-card.

Bahkan lebih dahsyat lagi. Ceriuk pengiriman yang terbatas itu, banyak diserobot perusahan perusahaan swasta. Sebut saja, jasa titipan kilat dan JNE yang mengkhususkan bisnis door to door city courier. Lalu ada DHL dan Fedex dengan layanan premium ke luar negeri. Untuk pengiriman barang, cepat atau lambat Pos Indonesia akan terseok menghadapi gempuran jasa cargo murah semacam CSM Cargo.

Akan tetapi, ternyata PT. Pos Indonesia sampai saat ini masih berjaya. Belum tergantikan oleh perusahaan lokal swasta atapun perusahaan asing. Paling tidak kita bisa melihat pendapatannya pada kwartal I tahun 2015, sebesar Rp, 1.082 triliun.

Kenapa bisa begitu ?

Salah satunya, karena PT. Pos Indonesia mampu meng”upgrande” layanannya. Dengan sukses mereka berevolusi menyesuakan permintaan bisnis yang sangat dinamis, yang berubah setiap saat.

Kesuksesan yang fenomenal bagi perusahaan plat merah ini adalah kemampuannya untuk bekerja sama dengan perusahaan online dengan menerima pengiriman dari transaksi e-commerce. Bisnis sektor ini ini tumbuh hingga 20%. Oleh sebab itu, saat ini mereka sedang aktif menggenjot subsektor e-commerce delivery.

Sedangkan pertumbuhan e-commerce di Indonesia pertumbuhannya sangat significan. Di tahun 2011 membukukan pendapatan sebesar 144 juta dollar. Tahun 2012 naik menjadi 266 juta dollar, 2013 tumbuh lagi menjadi 478 juta dolar. Sementara di tahun 2014 angkanya menembus 776 juta.

Sebuah angka yang fantastis bukan ?

Bisnis e-commerce sejatinya sebuah ekosistem baru bersimbiosis mutualisma. Onliner, ritail, delivery service, banking dan payment system. Mereka adalah satu kesatuan yang tak mungkin teruraikan.

Bisnis cargo adalah bagian dari subsistem. Oleh sebab itu, suka atau tidak, mau atau menolak, apa yang kita geluti selama ini adalah bagian dari ekosistem e-commerce.

Lambang Saribuana
Direktur CSM Cargo

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY