Jasa Pengiriman Barang Ilegal Marak di Kepulauan Riau

0
505
Ilustrasi pengiriman barang (Andika Panduwinata/wartakota.tribunnews.com)
Ilustrasi pengiriman barang (Andika Panduwinata/wartakota.tribunnews.com)

Kepulauan Riau – (suaracargo.com)

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) Provinsi Kepri mencatat, di Kota Tanjungpinang setidaknya ada lebih dari 15 perusahaan jasa pengiriman di Tanjungpinang yang beroperasi tanpa izin resmi alias bodong. .

“Indikasinya banyak sekali. Beberapa bahkan beroperasi aktif menerima pengiriman namun untuk alamat lengkap kantor saja masih belum jelas,” tutur Ketua Pelaksana Musyawarah Wilayah ASPERINDO Kepri, Sutrijadi, Senin (31/8).

Banyaknya jasa pengiriman yang beroperasi tanpa kelengkapan surat izin dan identitas asli ini, sebagaimana dikhawatirkan Sutrijadi, akan menimbulkan kerugian di pihak konsumen dan stigma negatif kepada perusahaan penyedia jasa antar-jemput barang lainnya. Hal itu masih ditambah lagi dengan era online saat ini, dimana masyarakat banyak memanfaatkan kemudahan pengiriman barang untuk mengirim barang-barang yang diperjual belikan.

Seakan memanfaatkan kondisi ini, Sutrijadi tak menampik penyedia jasa ilegal semakin bertambah pesat, termasuk di ibukota provinsi Kepri ini. “Akan sangat bahaya kalau ini terus dibiarkan. Konsumen yang akan paling dirugikan, terutama jika barang yang dikirimkan hilang dan mereka bahkan membayar pihak tersebut,” terangnya, seperti dilansir batampos.co.id.

Melihat kondisi ini, lanjut Sutrijadi, ASPERINDO selaku lembaga yang menaungi segala perusahaan jasa pengiriman pos dan logistik ini akan kembali melakukan konsolidasi yang sempat vakum selama lebih kurang lima tahun belakangan.

“Kami bentuk kembali kepengurusan organisasi, dan tentunya akan mulai mengupayakan pendataan semua perusahaan yang bergerak di jasa pengiriman ekspres, pos dan logistik. Akan kami jaring juga perusahaan pengiriman pribadi yang masih belum melengkapi izin,” tegas Sutrijadi.

Namun ia menampik jika upaya penjaringan perusahaan yang beroperasi tanpa izin resmi ini dilakukan untuk menghentikan bisnis perusahaan terkait.

“Itu bukan ranah kami. Penjaringan nantinya akan lebih kepada himbauan terhadap perusahaan-perusahaan yang belum juga terdaftar ini,” lanjutnya.

Sementara itu, hingga saat ini, baru ada 13 perusahaan penyedia jasa pengiriman ekspres, pos dan logistik yang telah terdaftar sebagai anggota resmi ASPERINDO. Sementara tujuh perusahaan lainnya masih dalam imbauan untuk bergabung dengan ASPERINDO.

“Dan ada sekitar lebih dari 15 perusahaan masuk dalam indikasi perusahaan pengiriman yang beroperasi aktif tanpa izin resmi,” pungkas Sutrijadi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here